Bareskrim Harusnya Bisa Kalahkan KPK

 280 total views,  4 views today

kpk

OLEH SARONO P SASMITO

ADA yang menarik dari pernyataan Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komisaris Jenderal Pol Oegroseno yang mempertanyakan kinerja Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Menurut Oegroseno, anggaran besar yang dimiliki Bareskrim Polri seharusnya mampu mengungkap dan menangani perkara-perkara besar sehingga geliatnya tidak kalah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bukan hanya Wakapolri, kita juga mengharapkan Bareskrim Polri harus bisa mengungkap kasus-kasus besar, mengingat sistem dan mekanismenya sudah dimiliki sejak lama.  Meski demikian kita juga melihat  Bareskrim Polri harus terus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya sehingga tidak terjebak dalam keterbatasan kewenangan dan peralatan yang ada.

Sebab kalau langkah-langkah untuk meningkatkan peran tersebut tidak dilakukan, kita khawatir, Direktorat Tipikor Bareskrim Polri belum punya prestasi yang patut dibanggakan terkait dengan pengungkapan kasus korupsi yang besar. Sedangkan penyebabnya Polri mudah diintervensi dan lemah dalam komitmen sehingga selalu dalam kondisi serbasalah. Padahal  anggaran untuk penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi sudah meningkat jumlahnya. Untuk satu kasus dianggarkan Rp250 juta. Tapi, menurut dia, hasil kinerja Dir Tipikor Bareskrim belum ada, padahal sudah dianggarkan Rp190 miliar lebih per tahun. Dalam kondisi demikian kita menilai pernyataan Wakapolri sangat positif, sekaligus merupakan tantangan yang harus segera dijawab dengan tindakan nyata.

Bukankah kini saatnya Polri membuktikan diri dan menjawab harapan masyarakat dalam pengusutan kasus-kasus korupsi besar. Kalau itu dilakukan, masyarakat tentu angkat topi kepada Polri.

Untuk membenahi hal itu  Polri mesti memiliki komitmen untuk mengusut kasus-kasus korupsi besar bisa dimulai dari lingkungan para pejabat negara, terutama di departemen-departemen. Energi Polri bisa diarahkan ke departemen-departemen. Di situ KPK kewalahan. Jadi, perkuat KPK dan jangan cari korupsi orang-orang kecil, seperti lurah, bupati, camat.

Pengusutan kasus-kasus korupsi besar itu, memang tidak mudah. Namun, Polri bisa meniru polisi Inggris. Untuk mengungkap dugaan korupsi di departemen-departemen, polisi Inggris membentuk ghost squad (pasukan hantu) yang terdiri atas agen intelijen.

Selain itu, dalam pengusutan kasus korupsi, Polri harus berani untuk tidak diintervensi oleh kekuatan mana pun. Semoga institusi Polri terus berbenah.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster