Awal Rivalitas Sang Junior

 308 total views,  2 views today

SFC-U21-(3)

Skuad SFC U 21

PALEMBANG | KS-Partai semifinal kompetisi Indonesia Super League (ISL) U-21 yang mempertemukan Sriwijaya FC (SFC) U-21 melawan Persipura Jayapura U-21 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (4/9) hari ini, dipastikan bakal berlangsung sengit.

Pasalnya, tak hanya sekedar mengincar satu tiket ke babak final, namun juga mengemban misi lain terkait rivalitas kedua tim di level senior. Seperti diketahui, sejak pertama kali SFC bersua Persipura di babak final Piala Indonesia (13/1/08) silam, yang memenangkan Laskar Wong Kito (julukan SFC) lewat drama adu penalti, perseteruan kedua tim dimulai.

Tak bisa dihindari, tensi panas selalu tersaji tatkala kedua tim bersua. Baik itu di kandang SFC, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, maupun kandang Mutiara Hitam (julukan Persipura), Stadion Mandala, Jayapura.

Dan, mungkin yang paling diingat hingga saat ini ialah final Piala Indonesia pada (28/6/2009) yang berlangsung di Stadion GSJ. Ketika itu, SFC yang unggul lewat gol tunggal Anoure Obiora Richard memenangkan pertandingan saat pertandingan belum usai.

Persipura memutuskan tak melanjutkan sisa pertandingan lantaran tak menerima keputusan wasit Purwanto yang dianggap kontroversial. Tak menunjuk titik putih, meskipun Joel Tsimi tertangkap basah melakukan handball di area terlarang.

Dengan alasan, tangan Joel Tsimi dalam kondisi pasif. Meski telah dijelaskan, amarah Persipura yang seakan tetap tak menerima penjelasan wasit memutuskan mundur sekalipun tahu resikonya gelar juara tak bisa diraih.

Kejadian itu mungkin sudah lama berlalu. Tetapi tetap tak bisa dilupakan begitu saja yang bisa jadi juga merasuki skuad junior masing-masing tim. Apalagi pada pertarungan hari ini merupakan yang pertama dalam sejarah.

Terutama bagi SFC U-21 yang sangat bernafsu memetik kemenangan demi mendekatkan pada kenyataan menyangkut target meraih juara kali pertama. Sekaligus menggagalkan ambisi tim lawan yang sangat ingin mengawinkan gelar juara ISL di dua jenjang berbeda.

“Saya rasa tensi panas mungkin terjadi. Persipura berambisi mengawinkan gelar juara di dua jenjang berbeda. Apalagi secara kualitas mereka memilikinya,” kata pelatih SFC U-21, Subangkit.

Untuk laga ini, meski lawan yang dihadapi tergolong kuat namun Subangkit mengaku tak gentar sama sekali. Selain sudah mengantongi tentang kekuatan lawan, SFC U-21 menurutnya juga punya modal bagus terkait pertemuan dengan tim sesama Papua.

Pada babak penyisihan grup K perempat final lalu, SFC tampil digdaya mencukur Persiram Raja Ampat 5-0 (25/8). Dengan fakta mengenai kekuatan Persipura tak jauh berbeda dibandingkan Dewa Laut (julukan Persiram), (memiliki kelebihan fisik), pelatih asal Pasuruan berujar tahu cara mematikannya.

“Hanya saja, dibandingkan Persiram kita tak bisa melupakan jika Persipura lebih memiliki mental sebagai tim pemenang. Ini wajib kita waspadai karena bisa jadi penentu siapa yang akan jadi pemenang,” ujar pelatih berusia 52 tahun.

Tak kalah ambisius, pelatih Persipura U-21, Max Olua juga yakin timnya dapat menundukkan SFC untuk melaju ke fase terakhir. Setelah musim lalu gagal, kali ini dia yakin kenyataan serupa tak akan terjadi.

“Kami tak ingin kali sukses dibandingkan Persipura senior yang dapat meraih trofi juara ISL. Kami ingin di level junior prestasi serupa juga diukir sekaligus memecahkan rekor mengawinkan gelar juara di dua jenjang berbeda,” ujarnya.

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster