Staf Dinkes PALI, Berkantor Dengan Kondisi Alat Seadanya

 262 total views,  4 views today

Staf-dinkes-saat-bekerja

Staf dinkes saat bekerja

PALI | KS-Karena belum dilengkapi fasilitas dan ruang kerja memadai, pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pemkab PALI) masih bekerja menggunakan perlengkapan pribadi.

Salah satunya, seperti para pegawai dan staf di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI yang menyewa gedung Yayasan Panti Asuhan Putri Jaya Murni di Handayani Mulya.

Para pegawai menggunakan fasilitas pribadi, misalnya komputer jinjing atau laptop. Meubeler-nya sendiri, seperti meja dan kursi untuk kepala dinasnya dan pegawai lain masih meminjam.

Namun, kondisi ini sepertinya tak menghalangi para  pegawai tersebut dalam bekerja. Walaupun harus menggunakan barang milik pribadi, bekerja satu meja, bahkan duduk lesehan dengan menggelar tikar.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) PALI, dr Eni Zatila M.K.M, mengatakan walaupun harus menggunakan peralatan pribadi, bahkan sebagian dari pegawainya belum ada meja dan kursi, mereka tetap berusaha bekerja sesuai komitmen dengan kondisi dan keterbatasan yang ada. Konsentrasi tugas juga kata dia, masih bisa dilaksanakan. Bahkan dengan begitu juga menurut Eni, ia dan jajarannya bisa saling kenal mengenal.

“Gak ada masalah, karena kita sudah berkomitmen sebelumnya. Ada yang bawa tikar dari rumah. Lagian pula dengan bekerja model tradisional (lesehan) ini akan memupuk rasa kekeluargaan. Kalau pun capek, kan mereka bisa guling-guling,” selorohnya.

Kedepan lanjut Eni, pihaknya tetap akan berkantor di Panti tersebut, dalam artian tidak ikut pindah ke komplek perkantoran pemerintahan PALI di Km 10. Sebab, luas bangunan dan lokasi kantor ini sendiri dirasa cocok, dan dekat dengan kota maupun rumah sakit. Pihaknya kata dia, sudah memberitahukan perihal ini kepada Pj Bupati PALI secara resmi.

Bahkan, rencananya separoh dari kantor sekarang, akan disekat dan dijadikan sebagai gudang obat-obatan. “Kantor ini cukup representative. Kita akan memanfaatkan separuh kantor ini sebagai gudang obat. Kita sekat pakai terali. Kita tidak ikut pindah karena lokasi kantor ini cocok dan dekat dengan kota, untuk mendekatkan pelayanan pada masyarakat. Kalau jauh disanakan (Km 10), masyarakat susah minta pelayanan. Jadi nanti kita tinggal buat plang nama,” papar Eni.

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster