Pegawai Pusri Tewas Gantung Diri

 646 total views,  2 views today

gantung-diri

PALEMBANG, KS –Warga Jalaan Husin Basri, Kelurahan Sukamulya Sako Palembang dikejutkan dengan penemuan seorang warganya, Harum (50), tewas tergantung di jendela kamar, Senin (2/9) pukul 13.00 WIB.

Ketika ditelusuri, terdapat surat wasiat di sekitar lokasi yang diduga peninggalan Harum.

Surat wasiat itu ditemukan warga di dalam kamar tempat Harum tewas tergantung. Di permukaan kertas, terdapat tulisan yang berisikan kalimat yang intinya untuk tidak menyalahkan pihak mana pun terkait tewasnya bapak beranak lima ini.

“Polisi tidak usah memvisum jenazah saya. Biar masyarakat yang mengurusnya. Jangan salahkan anak saya karena tidak ada yang salah dengan kematian saya,” begitu kalimat yang ada di kertas putih tersebut.

Jenazah Harum pertama kali ditemukan oleh anak prianya, Aldi. Mulanya, Aldi menerima telpon dari rekan kerja ayahnya di PT Pusri. Rekan ayahnya bertanya mengapa Harum tidak kunjung masuk kerja. Aldi yang tahu ayahnya berada di rumah yang satunya, langsung mendatangi rumah itu.

“Kami memang punya dua rumah. Yang satu tempat tinggal, satunya tempat menjalani usaha tambak ikan. Nah, ayah saya tahu masuk ke rumah usaha sejak Minggu (1/9) malam,” kata Aldi.

Tahu ayahnya berada di sana, Aldi langsung mencari ayahnya. Namun, saat masuk kamar, ayah sudah dalam posisi gantung diri di jendela dengan leher terjerat tali jemuran. Karena tidak berani, Aldi memanggil ibu dan tetangga untuk menghampiri ayahnya yang sudah tidak bergerak.

Pantauan di lokasi, tidak ada kursi, meja, atau jenis pijakan lain di bawah kedua telapak kaki Harum. Diduga, Harum meloncat dari dasar jendela yang berjarak 0,5 meter dari dasar lantai. Sebelumnya, Harum diduga terlebih dahulu melilitkan tali tambang di lehernya lalu meloncat.

Meski ada tulisan yang meminta untuk tidak dilakukan visum, pihak keluarga Harum tetap beriskeras melakukan visum terhadap jenazah Harum. Mereka masih penasaran apa benar Harum tewas murni karena gantung diri.

“Ia tidak punya masalah dan kehidupan kami juga makmur dan bahagia. Sebab itu, tidak ada alasan untuk dirinya bunuh diri. Apalagi dengan cara seperti ini,” kata isteri Harum, Merry (47).

Kapolsek Sako, AKP Oloan Purba, membenarkan kejadian ini. Pihaknya sudah olah TKP dan memeriksa keadaan tubuh jenazah.
“Belum ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Kemungkinan besar, ia tewas gantung diri,” kata Oloan.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster