Kredibilitas Konvensi Demokrat Minim

 249 total views,  2 views today

demokrat

OLEH SARONO P SASMITO

APA yang dilakukan oleh Partai Demokrat untuk menjaring calon presiden melalui konvensi mengundang beragam tanggapan. Ada yang menilai sebelas peserta konvensi Partai Demokrat  tidak populer dan tidak punya dukungan massa sehingga tidak layak untuk bersaing dalam bursa pemilihan calon presiden.

Para pengamat menilai, sebelas peserta konvensi Partai Demokrat yang telah lolos seleksi awal umumnya tidak layak untuk dijadikan calon presiden. Sebab, sebelas peserta konvensi tersebut tidak memiliki popularitas yang cukup di mata rakyat dan tidak memiliki massa pendukung yang banyak.

Realitanya para peserta konvensi Partai Demokrat  tersebut ada yang menilai tidak  layak untuk dijadikan capres. Mereka bukan orang-orang berkaliber nasional. Bahkan ada yang menunjuk nama Dahlan Iskan atau Gita Wiryawan bukanlah sosok yang dikenal masyarakat secara luas.

Tak berlebihan kalau ada yang mengatakan konvensi Partai Demokrat itu merupakan konvensi “kelas dua” karena ketokohan orang-orang yang diundang itu belum ada yang teruji. Atas dasar itulah,  mantan Ketua  Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengundurkan diri karena tidak ingin disamakan dengan mereka yang tidak layak itu.

Oleh Karena konvensi kelas dua. Jadi kurang gregetnya.  Seharusnya, Partai Demokrat mengundang tokoh-tokoh kelas satu seperti Wiranto, Prabowo, Aburizal Bakrie atau Jusuf Kalla.

Kita juga menyayangkan jika konvensi itu hanya dipakai untuk meningkatkan elektabilitas Partai Demokrat. Sebab hal itu sebagai pelecehan kepada para tokoh peserta konvensi itu.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semestinya menjelaskan prosedur penjaringan capres itu. Apalagi, dalam AD/ART Partai Demokrat disebutkan penetapan capres diputuskan oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat. Kalau memang SBY tidak mau konvensi ini sebagai alat pencitraan, seharusnya penjaringan dan pemilihan dilakukan secara terbuka. AD/ART partai seharusnya diubah sehingga konvensi ini dapat berjalan baik.

Memang penyelenggaraan konvensi bias saja ada motif untuk menaikkan elektabilitas Partai Demokrat. Seharusnya yang lebih penting adalah melakukannya secara komprehensif, selain untuk kepentingan internal partai, juga untuk kepentingan bangsa dan negara, yaitu proses demokratisasi di Indonesia. Semoga hal ini benar-benar menjadi pertimbangan yang oleh pengambil kebijakan di tingkat nasional tersebut.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster