Hermanto Wijaya Bersaksi di Pengadilan

 203 total views,  2 views today

md91kpyu

Pembakaran Toko Jaya Raya Elektronik Palembang | Antarasumsel.com

PALEMBANG KS-Sidang lanjutan kasus pembakaran Toko Elektonik Jaya Raya kembali digelar, Senin (2/9), di  Pengadilan Negeri Palembang Kelas A Khusus Palembang, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang.

Agenda sidang tersebut yakni mendengar kesaksian Hermanto Wijaya Pemilik Toko Jaya Raya Elektronik.

Dalam persidangan, Hermanto Wijaya mengatakan, selama berkecimpung didunia usaha hampir 35 tahun, pengalaman yang terpahit baginya yakni saat ini dimana usahanya ludes di bakar oknum yang tidak bertanggungjawab. Kenapa saya diperlakukan seperti ini?

Didepan persidangan Hermanto Wijaya mengatakan kerugian akibat pembakaran yang dilakukan oleh para pendemo tersebut mengalami kerugian Rp 10 miliar.

“Sebagai warga keturunan, saya ingin menjadi pengusaha yang terbaik, saya tidak pernah mengemplang proyek dari pejabat yang saya kenal. Saya tidak mau jadi pengusaha Narkoba, judi, prostitusi dan dagangan  saya benar-benar murni ini halal.  Kalau haram saya tidak mau,  tetapi saya kenapa diperlakukan seperti ini, siapapun tidak bisa terima,” ucap Hermanto Wijaya.

Ia menambahkan, usaha yang dirintis selama 35 tahun lenyap dalam sekejap. “Siapapun tidak akan bakal terima, saya masih beruntung masih diberi sehat seperti ini dan tidak gila,” ujar Hermanto Wijaya

Namun, dirinya bersyukur dan masih yakin terhadap penegak hukum di Negeri ini dan masih mempunyai  secerca harapan terhadap hukum. “Hukum harus ditegakkan yang salah harus di hukum, agar tidak tidak terulang kemabali. Keseluruahan calon pemilukada ini saya kenal, masa saya  dekat dengan Romi Herton disangka kita mendukungnya,” jelas  Hermanto Wijaya

Namun ia sangat menyayangkan saat adanya aksi demonstari yang berujung anarkis.  “Kalau boleh jujur aparat kecolongan mengawal demo, kalau diikuti tidak akan seperti ini,” tegas Hermanto Wijaya.

Terhadap ketiga terdakwa yang saat itu dihadirkan, mereka hanya mengenali Ruswan sambil menunjuk disamping pengacara terdakwa.

“Itu yang saya masih ingat yang badannya gemuk,” jelas Hermanto Wijaya sambil menunjuk terdakwa

Sementara itu saksi lain dalam persidangan mengatakan kerugian akibat kebakaran itu mencapai Rp 10 miliar.

Sidang sebelumnya menghadirkan enam orang  terdakwa pembakaran Adapun yang dijadikan terdakwa yaitu, Hariansyah Alias Iyan bin Zakariah (19), warga Jl KH Wahid Hasyim Lr Terusan Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I. Ruswan Rahadian alias Iwan bin Rozani Rjikwan (34), warga Jl Pegayut II No 217 Rt 30 Rw 11 Kelurahan Sialang Sako, Mediansyah alias Memed (21), warga Jl Kadir TKR Lr Jambu No 983 Rt 25 Rw 06 Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus (berkas terpisah), anwar alias Nuar bin Bahtiar (berkas terpisah).

Susianto alias Yanto bin Husin (28), warga Jl Kadir TKR Lr Serumpun No 1342 Rt 32 Rw 09 Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus (berkas terpisah) dan Sendy Yumazatmika

Asep Sontani, SH., CN Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, dalam dakwaannya keenam terdakwa dapat dijerat dengan hukuman berlapis.

Hariansyah alias Iyan dan Mediansyah alias Memed dijerat dengan pasal 187 ke 1 KUHPjo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 170 ayat (1), (2) KUHP. Ruswan Rahadian, dijerat melanggar pasal 187 ke 1 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, Pasal 170 ayat (1),(2) ke 1 KUHP  dan pasal 160 KUHP.

Sendy Yumazatmika dan Anwar alias Nuar bin Bahtiar atas perbuatannya tersebut didakwa dengan pasal 187 ke 1 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, pasal 170 ayat (1),(2) KUHP.

Terdakwa Susianto alias Yanto didakwa melanggar pasal 160 KUHP, pasal 170 (1),(2) ke 1 KUHP dan pasal 187 ke 1 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu,  yang menjadi ketua Majelis Hakim dalam sidanglanjutan pembakaran yaitu Diris Sinambela, SH.,

Teks : WARDOYO

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster