Awas, Musim Kemarau Rawan Kebakaran Hutan

 422 total views,  2 views today

PAGARALAM, KS—Ancaman bahaya kebakaran hutan pada kawasan hutan Kota Pagaralam saat memasuki musim kemarau kerap terjadi seperti tahun-tahun yang sudah.

Mengingat kondisi cuaca panas saat ini panas membuat tumbuhan mengering, sehingga  sangat rentan terbakar apabila ada sumber api sebagai pemicu.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kota Pagaralam, Imam Pasli SSTP MSi, Senin (2/9).

Guna mengantisipasi kejadian serupa, sambung Iman, pihaknya terus mengintensifkan sejumlah personil dalam mengawasi kondisi hutan Pagaralam dan sekitarnya. Karena tahun-tahun sebelumnya, hampir bisa dipastikan bahwa kebakaran di hutan banyak disebabkan oleh faktor manusia.

Padahal fungsi hutan sangat tinggi interaksinya dengan manusia, tapi kebakaran hutan menjadi bahaya yang sulit dielakkan.

“Selain munculnya api karena tindakan tak sengaja atau kelalaian, modus yang paling sering terindikasi yakni pembakaran untuk pembersihan maupun perluasan lahan perkebunan,” ungkapnya.

Meski begitu, kata dia, pihaknya sejauh ini berupaya melakukan langkah-langkah antisipatif agar bahaya kebakaran dapat dicegah atau ditekan seminimal mungkin. Sebab itu kebakaran hutan mesti dicegah atau ditekan sedinih mungkin.

“Langkah antisipasi yang dilakukan oleh Dishutbun Kota Pagaralam yaitu dengan mengintensifkan patroli di wilayah-wilayah yang sangat rawan, berikut membangun edukasi sosial  dengan warga setempat agar tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar,” kata Imam.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Herawadi SSos menanggapi hal itu. Karena adanya kebakaran hutan seperti tahun-tahun sebelumnya sering terjadi disaat musim kemarau.  Selain itu, dihimbau kepada warga untuk selalu mewaspadai ketika berada di jalanan, mengingat hembusan angin kencang dalam beberapa waktu lalu banyak merobohkan pohon, tempat tinggal maupun merusak tempat usaha warga.

“Memang sejauh ini perubahan cuaca membuat kondisi alam yang tidak menentu. Namun, belum sampai pada tahap yang membahayakan dan belum terdengar ada korban,” terangnya.

Sambung Herawadi, wilayah Pagaralam begitu rentan terjadi bencana kebakaran hutan, tanah longsor maupun angin puting beliung. Sebab itu, ada baiknya agar warga lebih mewaspadai terhadap kondisi alam yang sudah tidak menentu saat ini.

“Memang bencana tidak bisa dicegah, tapi setidaknya untuk memulai melakukan mencegahnya melalui kesadaran akan lingkungan seperti melakukan penanaman pohon-pohon pelindung dan tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. Meski demikian, pihak pemerintah pun selalu mewaspadai hal tersebut dengan berjaga-jaga agar bila sesuatu yang buruk terjadi bisa ditanggulangi dengan cepat, seperti bantuan makanan, tim SAR BPBD dan Tagana yang siap sedia menghadapi bencana,” katanya.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster