SFC Terbentur Mental

 395 total views,  2 views today

HL--

Mahyadi Panggabean & Supriono

 

PALEMBANG | KS-Misi Sriwijaya FC (SFC) yang masih berkeyakinan dapat menyapu bersih dua laga sisa kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013 nampak tak akan mudah tercapai.
Pasalnya, selain tim yang akan dihadapi Laskar Wong Kito, Persiba Balikpapan di Stadion Persiba, Balikpapan, Rabu (11/9) dan Barito Putra di Stadion Demang Lehman, Minggu (15/9) tergolong cukup tangguh saat berlaga di kandang, banyak faktor non teknis yang dapat menggagalkan keinginan Ramdani Lestaluhu Cs.

Paling nyata, sangat jelas terlihat jika hasil minor yang diraih SFC akhir-akhir ini tak luput dari kondisi mental yang tengah mengendur. Diamati dari permainan yang disajikan, seperti tak ada motivasi untuk memetik kemenangan. Hingga lawan nampak mudah menjinakkan skuad besutan Kas Hartadi sekalipun mentas di kandang.

Setidaknya dua dari tiga pertandingan SFC saat takluk di kandang musim ini dapat menjelaskannya. Kalah telak 0-4 dari Persepam Madura United (P-MU) (15/7) dan. 1-3 dari Persisam Samarinda di laga terakhir, Kamis (29/8) lalu.

Dari dua pertandingan ini, SFC yang disebut Kas Hartadi tampil tanpa motivasi tinggi akhirnya harus dibayar mahal berupa kekalahan memalukan. Tim lawan yang sejatinya dapat diatasi, justru diluar dugaan dapat menjinakkan SFC tanpa kendala berarti.

“Dua pertandingan ini saya anggap sebagai yang terburuk pada musim ini. Lihat saja, kita tampil melempem tanpa motivasi hingga akhirnya tim lawan dapat dengan mudah meraih kemenangan,” kata Kas Hartadi.

Berbeda ketika ditaklukkan Persipura Jayapura 0-2 (20/4) silam. Meski saat itu kalah, namun dari segi permainan yang ditunjukkan Elang Andalas (julukan lain SFC) nampak tak kalah dari klub berjuluk Mutiara Hitam.

Bisa disebut, SFC hanya kurang beruntung disaat skuad besutan Jacksen F. Thiago dapat dengan cerdik memanfaatkan kelengahan tuan rumah di menit-menit akhir pertandingan yang memang dianggap krusial. Alhasil, gol Boaz Solossa dimenit ke-87 dan Nelson Alom pada masa injury time mengakhir perjuangan SFC.

“Saat melawan Persipura yang menyebabkan kita kalah itu karena konsentrasi. Jadi bukan karena tak ada motivasi. Ini sangat berbeda,” ujar pelatih kelahiran Solo, 6 Desember 1970.

Jika performa SFC belakangan ini tak segera teratasi, maka tak dapat dihindari kegagalan akan kembali didapat klub penghuni Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang. Karena menurut Manajer SFC, Robert Heri efek dari motivasi melempem sangatlah besar terhadap hasil yang didapat.

Tanpa motivasi, maka pemain akan tampil tanpa disiplin yang menyebabkan konsetrasi menjadi lemah. Kesulitan mencetak gol dan pertahanan mengeropos tak akan dapat dihindari karena menjadi paket dari lemahnya disiplin. Hingga kemenangan nyaris mustahil diraih.

“Saat sebuah tim punya greget dalam bertarung, maka kemenangan bisa saja diraih. Namun kita tidak bisa berharap ketika tak ada semangat untuk melihat sebuah hasil manis diakhir pertandingan,” ujarnya.

Untuk saat ini saja, SFC tengah diterpa masalah internal yang dapat membuat persiapan tim terganggu. Disaat tuntutan menang di dua laga sisa, sebagian punggawa SFC malah memilih mogok berlatih, termasuk jajaran pelatih. Alasannya, tak lain karena gaji dan Down Payment (DP) yang saat ini masih tertunggak.

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster