Pertumbuhan UKM Lambat

 316 total views,  2 views today

vzw4yt35PALEMBANG, KS -Unit Usaha Menengah (UKM) di Kota Palembang masih lambat berkembang.Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang mencatat, selama setahun UKM hanya mampu berkembang sebesar 6-7 persen.

Padahal menurut Kepala Disperindagkop Kota Palembang, Syahrul Hapni, peluang UKM untuk menjadi besar sangat besar mengingat banyaknya event nasional bahkan internasional diselengarakan di kota empek-empek ini. “UKM seolah tak mampu menangkap peluang dan hanya sebatas  UKM musiman. Sehingga  pertumbuhan UKM , setiap tahunnya  6-7 persen,”kata Syahrul, kemarin.

Syahrul merincikan per 1 Januari hingga 31 Maret tahun ini, UKM di Palembang berjumlah 9.747 usaha, yang terbagi dari  usaha mikro 469 unit, usaha kecil 7484 unit dan usaha menengah 1794 unit. “Besarnya populasi pelaku usaha, belum mendongkrak pertumbuhan bisnis usaha tersebut. Dari jumlah yang ada, hampir 50 persen pelaku usaha bergerak di bidang perdagangan dengan sektor pangan, saat ISG ini hanya sebagian UKM yang turut ambil bagian,”bebernya.

Penyebabnya,kebanyakan UKM yang tidak ikut bagian dalam ISG karena kemasan produk masih menjadi kendala sehingga mereka kesulitan memasarkan produknya,  belum lagi pengelolaan manajemennya .

Meski begitu kata mantan Camat Kalidoni ini, pemkot masih membuka peluang bagi UKM untuk mengembangkan usahanyan selama ISG nantinya.  Hanya saja,untuk tempat akan dibatasi. “Maunya kita seluruh UKM  dapat ikut, hanya saja  setiap UKM yang ikut akan diseleksi ketat oleh penyelenggara, karena even ini taruhannya negara,”ucapnya.

Untuk lokasi pameran sendiri, pemkot akan memanfaatkan lokasi strategis yang ada sehingga akan mudah untuk dikunjugi para tamu negara Islam ini nantinya. Diantaranya tempat yang dipilih di Dekranasda, hotel dan Kampung Kapitan.  “Untuk  di hotel, nantinya akan diseleksi oleh pihak hotel sedangkan Dekranasda dikelola KONI Sumsel,”imbuhnya.

Untuk menarik minat pembeli,disarankan UKM mampu menyesuaikan keinginan para tamu yang bakal hadir. “Kami juga menyarankan agar pelaku usaha ini, bisa mempersiapkan produk sesuai keinginan peserta ISG, seperti desain kaos, songket yang dikombinasikan dengan unsur Islami. Ukuran kaos pun harus di buat lebih besar sesuai ukuran badan mereka,” sarannya.

Terkait pembinaan UKM, Syahrul menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menjajaki tawaran kerjasama dengan PT Sampoerna untuk membina daya jual produk dan manajemen UKM. Hanya saja, pihaknya memastikan kerjasama ini bisa dilakukan setelah pelaksanaan ISG. “Kami juga akan mengalokasikan pinjaman tanpa agunan pada APBD 2014 nanti,”tukasnya.

Teks       : Alam Trie Putra

Editor    : Dicky Wahyudi

PALEMBANG, KS -Unit Usaha Menengah (UKM) di Kota Palembang masih lambat berkembang.Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang mencatat, selama setahun UKM hanya mampu berkembang sebesar 6-7 persen.

Padahal menurut Kepala Disperindagkop Kota Palembang, Syahrul Hapni, peluang UKM untuk menjadi besar sangat besar mengingat banyaknya event nasional bahkan internasional diselengarakan di kota empek-empek ini. “UKM seolah tak mampu menangkap peluang dan hanya sebatas  UKM musiman. Sehingga  pertumbuhan UKM , setiap tahunnya  6-7 persen,”kata Syahrul, kemarin.

Syahrul merincikan per 1 Januari hingga 31 Maret tahun ini, UKM di Palembang berjumlah 9.747 usaha, yang terbagi dari  usaha mikro 469 unit, usaha kecil 7484 unit dan usaha menengah 1794 unit. “Besarnya populasi pelaku usaha, belum mendongkrak pertumbuhan bisnis usaha tersebut. Dari jumlah yang ada, hampir 50 persen pelaku usaha bergerak di bidang perdagangan dengan sektor pangan, saat ISG ini hanya sebagian UKM yang turut ambil bagian,”bebernya.

Penyebabnya,kebanyakan UKM yang tidak ikut bagian dalam ISG karena kemasan produk masih menjadi kendala sehingga mereka kesulitan memasarkan produknya,  belum lagi pengelolaan manajemennya .

Meski begitu kata mantan Camat Kalidoni ini, pemkot masih membuka peluang bagi UKM untuk mengembangkan usahanyan selama ISG nantinya.  Hanya saja,untuk tempat akan dibatasi. “Maunya kita seluruh UKM  dapat ikut, hanya saja  setiap UKM yang ikut akan diseleksi ketat oleh penyelenggara, karena even ini taruhannya negara,”ucapnya.

Untuk lokasi pameran sendiri, pemkot akan memanfaatkan lokasi strategis yang ada sehingga akan mudah untuk dikunjugi para tamu negara Islam ini nantinya. Diantaranya tempat yang dipilih di Dekranasda, hotel dan Kampung Kapitan.  “Untuk  di hotel, nantinya akan diseleksi oleh pihak hotel sedangkan Dekranasda dikelola KONI Sumsel,”imbuhnya.

Untuk menarik minat pembeli,disarankan UKM mampu menyesuaikan keinginan para tamu yang bakal hadir. “Kami juga menyarankan agar pelaku usaha ini, bisa mempersiapkan produk sesuai keinginan peserta ISG, seperti desain kaos, songket yang dikombinasikan dengan unsur Islami. Ukuran kaos pun harus di buat lebih besar sesuai ukuran badan mereka,” sarannya.

Terkait pembinaan UKM, Syahrul menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menjajaki tawaran kerjasama dengan PT Sampoerna untuk membina daya jual produk dan manajemen UKM. Hanya saja, pihaknya memastikan kerjasama ini bisa dilakukan setelah pelaksanaan ISG. “Kami juga akan mengalokasikan pinjaman tanpa agunan pada APBD 2014 nanti,”tukasnya.

Teks       : Alam Trie Putra

Editor    : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster