Pemerintah tak Berpihak ke Petani

 270 total views,  2 views today

petani

OLEH SARONO P SASMITO

HARI-hari ini kita sebagai konsumen makanan di Palembang dan Sumatera Selatan kebanyakan mengeluh atas kenaikan harga pangan yang tidak terkendali. Melonjaknya harga kedelai belakangan ini misalnya menjadikan penikmat tempe mesti mengeluh. Kondisi itu menjadi cermin kurang diperhatikannya sektor pertanian oleh pemerintah. Kondisi ini juga dialami komoditas pertanian lainnya, seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih.

Kita juga menilai kenaikkan harga kedelai merupakan cermin kurang sigapnya dan kurangnya perhatian pemerintah dalam menangani bidang pertanian. Kebijakan pemerintah yang tidak pro-petani, khususnya petani kedelai, pada akhirnya membuat para petani lain tidak berminat menanam kedelai.

Padahal, lahan kering di Indonesia ini cukup luas dan kondisi tanahnya sangat bagus untuk menanam kedelai. Semestinya saat ini harga kedelai turun seiring dengan masa panen kedelai. Namun, karena hasil panen tidak sebanding dengan kebutuhan, akibatnya malah terjadi penurunan harga. Celakanya lagi, sebagian besar kebutuhan kedelai dipasok dari impor. Pada saat bersamaan, nilai dolar menguat dan nilai rupiah melemah. Tidaklah aneh bila harga kedelai naik melesat tidak terkendali.

Kita mengharapkan agar pemerintah segera turun tangan. Upaya paling mendasar dalam mengatasi kenaikan harga kedelai ini, pemerintah harus merancang kebijakan strategi di bidang pertanian dalam jangka panjang yang pro-petani. Dengan demikian, petani bisa bergairah kembali menanam kedelai. Di sisi lain, kita juga  mengusulkan untuk menghidupkan kembali peran penyuluh pertanian (PPL). Penyuluh diharapkan bisa mengedukasi dan mendampingi petani sehingga petani bisa memanfaatkan lahan dan bertani dengan benar.

Ketika kenyataan buruk ini terpampang di depan mata, maka kita meminta agar pemerintah tidak menyepelekan persoalan pangan yang terjadi di Indonesia. Kondisi ini bisa mengakibatkan bergejolaknya harga sejumlah komoditas pertanian belakangan ini, termasuk kedelai. Bukankah kita harus melihat isu pangan ini sebagai masalah yang serius. Ke depan, kita sudah tidak boleh menggantungkan diri lagi pada impor.

Untuk itu pemerintah sudah seharusnya menata sektor pangan dan menyusun data statistik yang akurat terkait pasokan dan kebutuhan pangan masyarakat.  Langkah itu harus dimulai dengan merancang dan menerapkan kebijakan yang sistematik untuk jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang. Hal ini untuk mencegah terjadinya kelangkaan produk pangan di Tanah Air.  Moga hal-hal seperti itu benar-benar diperhatikan oleh pemerintah.

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster