OCBC NISP Bukukan Laba Bersih Rp 536 Miliar

 439 total views,  2 views today

osbc

PALEMBANG | KS -PT Bank OCBC NISP Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 536 miliar hingga semester I-2013 atau bertumbuh 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 407 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut terutama ditunjang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang bertumbuh 23 persen dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1,5 triliun.

Dikutif dari rilis resmi, Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, pihaknya berhasil memperbaiki Cost to Income Ratio (CIR) dari 59,3 persen menjadi 57,1 persen. Sedangkan pertumbuhan kredit mencapai 19 persen atau menjadi Rp 56,9 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 47,7 triliun.

“Sebagian besar kredit disalurkan untuk modal kerja, yaitu sebesar 41 persen, kemudian kredit investasi 36 persen, serta konsumer 23 persen,” ujar Parwati dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan sektor usahanya, total kredit disalurkan terbesar sektor perdagangan (25 persen), kemudian perindustrian (24 persen), jasa (21 persen), pertanian dan pertambangan (4 persen), konstruksi (3 persen), dan lain-lain (23 persen). Dia menegaskan, penyaluran kredit dilakukan dengan menekankan prinsip kehati-hatian, sehingga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) terkendali.

“NPL net turun dari 0,5 persen menjadi 0,4 persen,” ujar Parwati.

Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 1,8 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 12,1 persen, serta rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 15,7 persen. Namun, pendapatan non bunga menurun 6 persen dari Rp 409 miliar menjadi Rp 385 miliar. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) juga menurun 0,1 persen dari 4,2 persen menjadi 4,1 persen.

Perseroan mencatat total aset sebesar Rp 81,74 triliun atau bertumbuh 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 68,96 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) bertumbuh 12 persen dari Rp 51,83 triliun menjadi Rp 57,89 triliun. Porsi dana murah atau giro dan tabungan tercatat menurun dari 57,3 persen menjadi 44,8 persen.

Dengan demikian, rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) tercatat meningkat dari 91,8 persen menjadi 98 persen. Sedangkan rasio kredit terhadap pendanaan (loan to funding/LTF) meningkat dari 89,2 persen menjadi 90,6 persen.

“Kami berupaya meningkatkan pelayanan kepada nasabah dengan program-program unggulan bernilai tambah, serta proses kerja yang lebih cepat dan akurat,” tegas dia.

Hingga semester I-2013, perseroan telah memiliki 338 kantor cabang di 60 kota, serta total ATM sebanyak 714 buah. Sedangkan jumlah karyawan mencapai 6.672 orang di seluruh Indonesia.

Teks : Jadid UlIl albab

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster