Harga Kedelai Naik, Stok di Pagaralam Normal

 145 total views,  2 views today

PAGARALAM, KS—Sejumlah pengusaha maupun pedagang tahu dan tempe di Pagaralam belum begitu terpengaruh terhadap kenaikan harga kedelai yang merupakan bahan baku pokok pembuatan tahu dan tempe.

Sejauh ini di pasaran lokal, harga kedelai memang mengalami kenaikan hingga Rp 9.200/kilogram. Namun kenaikan harga bahan baku tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap penjualan tahu dan tempe, apalagi sepi pembeli.

Hal ini lantaran di sejumlah pelaku usaha pembuatan kedua panganan tersebut, persedian bahan bakunya masih mudah didapatkan di Kota Pagaralam.

“Kalau pengusaha pembuatan tahu dan tempe yang berada di Pagaralam, untuk mengambil kedelai cukup di wilayah daerah Tanjung Sakti Kabupaten Lahat, karena daerah ini masih banyak mengembangkan tanaman kedelai,” kata Wahyu, salah seorang pedagang tempe, di Pasar Eks Seghepat Seghendi, Kota Pagaralam, Minggu (1/9).

Dikatakan dia, walaupun tidak ada masalah dalam mendapatkan bahan baku kedelai, pihaknya tetap menyajikan hasil olahan itu dalam ukuran normal seperti biasanya atau tidak mengalami pengecilan seperti dibeberapa daerah lainnya. Selain itu, harga jual pun lebih stabil seperti yang ada selama ini.

“Jika harga jual tempe per potongnya, dijual Rp 2 ribu/potong. Harga ini tidak bisa kita naikkan lagi, mengingat pelanggan yang membeli menginginkan harga lama. Namun, jika dinaikkan pembeli dan pelanggan akan lari,” tambahnya seraya mengatakan dalam sehari dia mampu menjual 25 – 30 batang tempe kualitas  nomor satu, karena pengolahan pembuatannya tidak dicampur dengan ampas tahu, sehingga mampu bertahan cukup lama.

Hal senada dituturkan Pendi, pengusaha tahu dan tempe di Gunung Gendang, Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan. Ia mengatakan,  untuk tempe yang  dijual ini dapat bertahan sampai satu minggu tidak mudah basi. Karena pengolahannya tidak bercampur dengan ampas tahu. Sementara, jika dicampur ampas tahu, akan mudah basi dan tidak bertahan sampai sore.

“Sebetulnya, dengan kondisi saat ini para pedagang hanya mampu meraup keuntungan lebih sedikit, apalagi jika ada karyawan mungkin hanya mampu memberi gaji untuk beberapa orang saja, sedangkan selam ini mampu menampung karyawan hingga belasan orang” ujar Pendi.

Korina, salah seorang pembeli mengaku untuk tingkat pembeli masih relatif normal seperti biasanya. Tapi  ada juga beberapa pembeli masih mengeluhkan ukuran tahu dan tempe semakin hari semakin mengecil.

“Ya mau digimanakan lagi, kita juga memaklumi,” kata ibu rumah tangga yang tinggal di Tebat Baru Ilir ini.

Terpisah, Kepala Disperindagkop UKM PP Kota Pagaralam, Ahmadi Damrah SE MM melalui Kasi Perlindungan Konsumen, Nasrullah Hanif SE MM mengatakan, kenaikan harga kedelai memang terjadi secara nasional, termasuk di Pagaralam. Namun, di  Pagaralam untuk stok bahan baku pembuat tempe dan tahu tersebut masih mencukupi.

“Sejauh ini kita tidak terlalu tergantung pada pasaran luar khusus untuk  bahan kedelai. Mengingat ada beberapa daerah di sekitar Pagaralam seperti daerah Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat yang menanam kedelai ini, “ katanya singkat.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster