ESP dan Iskandar Hanya Jadi Penggembira

 198 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS-Dua pasangan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) Sumatera Selatan (Sumsel), Eddy Santana Putra-Wiwiet Tatung (ESP-WIN) dan Iskandar Hafisz, di prediksi hanya menjadi penggembira dalam pemunguatan suara ulang (PSU) pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumsel, 4 September mendatang.

Pasangan nomor urut 1 dan 2 ini, menurut sejumlah pengamat perolehan suara mereka tak akan jauh berbeda dibandingkan hasil pemilukada Sumsel, 6 Juni lalu. PSU hanya akan menjadi pertarungan dua kandidat yakni pasangan Herman Deru-Maphilinda (DerMa) dan Alex Noerdin-Ishak Mekki.

Direktur Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid menyebut, hasil survey yang mereka lakukan pada 26-30 Agustus terhadap 1.500 responden, di lima wilayah yang menyelenggarakan PSU menunjukkan perolehan suara tak jauh berbeda seperti 6 Juni lalu. “Justru perolehan suara pasangan ESP-WIN dan Iskandar-Hafisz, mengalami penurunan,” jelas Husin, Minggu (1/9).

Pasangan ESP-WIN dari survey mereka sebut Husin, tingkat elektabilitasnya di lima wilayah yang menyelenggarakan PSU hanya 15,08 persen. Padahal di 6 Juni lalu di lima wilayah ini memperoleh 21,77 persen. Jika ditambahkan dengan suara yang di raih di 10 kabupaten dan kota yang tidak menyelenggarakan PSU, pasangan ini meraih 16,95 persen sedangkan sebelumnya 18, 85 persen.

Sementara pasangan Iskandar Hasan-Hafisz Tohir, elektabiltasnya mencapai 5,16 persen dari sebelumnya 7,52 persen. Jika ditambahkan 10 kabupaten dan kota lainnya maka suara yang diperoleh 8,97 persen. Sementara di 6 Juni, pasangan ini meraih 10,65 persen suara. “Artinya perolehan suara kedua pasangan ini, mengalami penurunan,” ucapnya.

Apa faktor penyebabnya ?, ia menyebut banyak faktor. Pertama, kedua pasangan ini dianggap tidak lagi mempunyai peluang menang. Kemudian, mesin partai tidak lagi bekerja maksimal. Sehingga pemilih pasangan ini sebelumnya, berimigrasi memilih dua pasangan

“Potensi pemilih pasangan Iskandar-Hafisz berimigrasi ke pasangan DerMa di PSU mendatang mencapai 25,11 persen sedangkan ke pasangan Alex-Ishak mencapai 27, 15 persen. Sementara suara pasangan ESP-WIN di 6 Juni lalu lari ke pasangan DerMa di 4 September mendatang mencapai 0,57 persen sama seperti ke pasangan Alex-Ishak,”ucapnya.

Alex Unggul

Dalam kesempatan itu, Husin juga menjelaskan, dari hasil survey mereka pasangan DerMa dan Alex-Ishak akan tetap bersaing ketat. Namun pasangan Alex-Ishak sebut Husin, unggul dibandingkan pasangan DerMa.

“Di daerah yang menyelenggarakan PSU, pasangan DerMa meraih 34,67 persen. Sedangkan pasangan Alex-Ishak meraih 35,85 persen dengan suara mengambang mencapai 9,24 persen. Jika suara PSU itu digabung dengan suara dari 10 kabupaten dan kota yang tidak menyelenggarakan PSU, pasangan Alex-Ishak unggul 40,81 persen. Sementara DerMa meraih 33,24 persen.”ucapnya.

Kemenangan Alex-Ishak ini menurut Husin, dikarenakan adanya pertambahan suara dari Palembang, OKU dan Prabumulih. Sementara suara pasangan DerMa, cenderung stagnan. “DerMa tetap unggul di OKU, OKU Timur dan satu kecamatan di OKU Selatan. Namun di OKU, Derma dan Alex-Ishak bersaing ketat. Di OKU Timur, DerMa unggul mutlak. Sementara di Prabumulih dan di OKU Selatan, kedua pasangan ini bersaing ketat dalam perolehan suara,” ujarnya.

Bagaimana dengan isu black campaign, adakah mempengarui pemilih ?. Menurut Husin, ada. Pengaruhnya bukan pertambahan suara kepada salah satu pasangan calon, justru berpengaruh pada tingkat partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

“Pemilih cenderung dengan adanya isu black campaing, menjadi malas menggunakan hak pilihnya. Jumlah pemilih yang golput atau tidak menggunakan hak pilihnya, mencapai 16 persen,” tukasnya.

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster