Opening & Closing ISG III 2013 Dikembalikan ke Stadion GSJ

 326 total views,  2 views today

Dikembalikan-ke-Stadion-GSJ

Stadion GSJ

PALEMBANG | KS-Lokasi opening & closing (pembukaan dan penutupan) event olahraga antar umat Islam, Islamic Solidarity Games (ISG) III, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), 22 September-1 Oktober 2013 mendatang, kembali mengalami perubahan.

Setelah sebelumnya akan digelar di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, maka berdasarkan keputusan terakhir opening & closing akan dikembalikan layaknya keputusan semula sejak awal diputuskan menjadi tuan rumah menggantikan Riau. Opening & closing ISG akan kembali digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Kompleks Jakabaring Sport City (JSC).

Ketua Panitia Pelaksana lokal INAISGOC, Muddai Madang mengatakan, memang rencana semula yang diungkapkan Rita Subowo sebagai ketua panitia pusat di depan Kemenpora, Kemenkokesra serta Gubernur Sumsel, Alex Noerdin opening & closing dipindahkan ke Stadion Madya Bumi Sriwijaya dengan berbagai pertimbangan.

Terutama, berhubungan dengan adanya penambahan tim sepakbola yang awalnya delapan menjadi 12 tim. Atas dasar itu, panitia tidak menginginkan adanya kerusakan rumput serta fasilitas lainnya saat melakukan pertandingan pembuka, Senin (16/9) mendatang, maka diputuskan agar pindah lokasi.

“Tetapi setelah kita sampaikan ke media, kita telaah lagi dan kita analisa bersama tim kreatif opening & closing, ternyata fasilitas yang ada di Stadion Bumi Sriwijaya tidak selengkap dibandingkan GSJ. Berdasarkan hal itu diputuskan kembali ke rencana semula,” katanya kepada Wartawan di Hotel Jayakarta Daira, Jum’at (30/8) kemarin.

Jika dipaksakan di Stadion Bumi Sriwijaya, Muddai menyebut akan sangat merepotkan. Karena untuk menyempurnakan Stadion Bumi setaraf Stadion GSJ dibutuhkan waktu yang tak singkat. Banyak yang mesti dibenahi.

“Tim kreatif opening & closing butuh menginstol listrik agar sesuai keinginan dan mempersiapkan segala sesuatunya  dengan waktu 3-4 hari. Itu sangat memakan waktu,” kata Muddai yang juga didampingi oleh Sekretaris Umum KONI Sumsel yang didampingi wakil ketua, Maryama Bustam dan Deputi IV ISG, Ahmad Najib.

Terangnya, fasilitas pendukung yang ada di Stadion madya Bumi Sriwijaya, khususnya utinities, ternyata tidak punya daya listrik yang besar. Sehingga kalau dilaksanakan disana, harus melakukan pergantian konduktor, trafo atau yang lainnya.

“Jadi semua perlu diupgrade. Oleh sebab itulah kita pindahkan ke semula, ke Stadion Jakabaring. Meskipun ini baru bentuk usulan ke panitia nasional,” ungkapnya.

Dikhawatirkan jalan menuju Jakabaring akan macet total, apalagi saat ini dalam pembangunan fly over yang diprediksikan membutuhkan waktu yang masih lama dalam penyelesaiannya. Menanggapi hal tersebut, Muddai menegaskan bahwa seminggu sebelum opening ISG 3, jalan yang tadinya sempit, akan dilebarkan lagi.

“Arus lalu lintas, di Jakabaring lebih bisa dikendalikan dibanding di stadion Madya.  Jadi, satu minggu sebelum kegiatan berlangsung, fly over yang mempersempit jalan sudah dipersempit agar jalan lebih lebar,” terangnya.

Muddai menjelaskan, terdata sampai kemarin, ada 38 negara yang sudah mendaftar entry by name, sementara empat lainnya entry by number. Sebelumnya, terhitung pendaftaran pada (16/8) lalu ada 38 negara yang telah menyatakan diri untuk merapat ke perhelatan ISG, dengan rincian 32 negara entry by name, 6 entry by number.

Jika dihitung sehari sebelumnya atau Kamis (29/8), peserta sejatinya sudah bertambah menjadi 42 negara, dengan rincian 37 yang telah entry by name dan 5 entry by number. “Jadi, hari ini (kemarin-red) ada penambahan satu negara, yakni Somalia yang kemarin masih offline. Sekarang sudah menyatakan diri untuk ikut. Untuk negara yang belum entry by name, kita tunggu sampai Sabtu (31/8) (hari ini-red). Setelah itu tidak ada lagi yang bisa mendaftar),” bebernya.

Pada hari terakhir pendaftaran ini, Muddai berharap cukup 38 negara saja yang ikut, tanpa ada penambahan lagi. “Kita berharap jangan ada lagi peserta yang ikut karena kita akan melakukan persiapan lagi, seperti tempat penginapan, dan persiapan lainnya. Ini adalah tugas berat, mungkin jika diberi waktu satu tahun bisa mempersiapkan semuanya, tapi kondisi ini beda. Tapi tetap jika ada 57 negara yang mengirimkan NOC nya tetap kita terima karena paling banyak mereka mengirimkan lima orang,” tuturnya.

Sampai saat ini, total 38 Negara sudah pasti menjadi peserta di ISG. Algeria, Azerbaijan, Brunei Darussaslam, Burkino Fasao, Egypt, Guyana, Indonesia, Iran, Iraq, Kuwait, Libya, Maldives, Marocco, Oman, Pakistan, Palestine, Qatar, Saudi Arabia, Sudan, Syria, Tajikistan, Turkmenistan, Turkey, Uni Emirat Arab (UEA), Uganda, Yaman, Guinea, Mauritania, Gambia, Nigeria, Jordania, Togo, Pantai Gading, Senegal, Cameroon, Mozambique, Libanon.

Ditambah yang terbaru ialah Somalia. Dan empat Negara yang masih ditunggu konfirmasinya seperti Gabon, Tunisia, Malaysia, dan Jibuti ditunggu sebelum bulan Agustus berganti September.

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster