177 Rumah Rusak Akibat Dampak Proyek Pengeboran

 301 total views,  2 views today

hl-andalas-rumah-warga-yang-terkena-dampak-pengeboran

andalas rumah warga yang terkena dampak pengeboran

INDRALAYA | KS-Sekitar 177 rumah yang terletak di Desa Tambang Rambang dan Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), mengalami retak pada dinding diduga akibat proyek pengeboran minyak yang dilakukan oleh kontraktor dalam hal ini PT El-Nusa.

Jumlah tersebut terdapat di dua desa dimanan 97 rumah yang mengalami retak retak di Desa Tambang Rambang dan 80  rumah di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang

Camat Rambang Kuang, Islah Corie, SPd, Msi, saat dikonfirmasi Jumat (30/8) terkait banyak rumah warganya terkena dampak pengeboran mengakui, jika banyak rumah warganya yang mengalami retak dan rusak yang diakibatkan pengeboran minya olek salah satu kontraktor yakni PT El Nusa. “Ya, ada 117 rumah terkena dampak dari pengeboran minyak,” ucapnya.

Ia menambahkan, retaknya rumah warga saat petugas tengah melakukan tahap Drilling (pengeboran -red). Rumah warga langsung mengalami keretakan dan rusak.

“Melihat hal itu kita langsung minta proses pengeboran dihentikan. Kita juga sudah melaporkan hal ini ke Pemkab OI melalui Sekda OI.   Dari laporan tersebut pihak pemerintah Kabupaten OI yaitu dari dinas PUCK melakukan pendataan kelapangan didampingi dari PT El-Nusa dan humas desa,” ucapnya.

Masih menurut Camat Rambang Kuang, setelah ada pertemuan antara pihak PT El-Nusa, pemerintah dan masyarakat menghasilkan kesepakatan bahwa pihak kontraktor bersedia melakukan ganti rugi terhadap warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau keretakan.

“Alhamdulillah ada kesepakan yang dimediasi oleh Pemkab OI dimana PT El Nusa bersedia untuk memberikan ganti rugi kepada warga yang terkena dampak pengeboran,” tuturnya.

Rusman (48), salah satu warga Desa Tambang Rambang yang rumahnya mengalami keretakan mengakui sudah ada pendataan dari pihak pemerintah yaitu PUCK OI  dan PT El-Nusa.

“Tetapi belum tahu kapan dan besaran nomimal ganti rugi yang dijanjikan pihak kontraktor,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Yus (27), menurutnya, rumah yang baru ditunggunya itu  mengalami banyak keretakan. Dirinya berharap kepada pihak PT El-Nusa bertanggung jawab dan dapat mengganti rugi secepatnya. Saat terjadi pengobaran dari pihak PT terasa seperti terjadi gempa, ada getaran dan terasa bergoyang,” ungtkapnya.

Sementara itu Kades Tambang Rambang, H. Darwis Rambang menambahkan, ada 97 rumah warga yang mengalami keretakan akibat pekerjaan PT El-Nusa tersebut. Sementara Kades Tanjung Bulan, Jamil Mursid saat ditemui juga mengakui 80 rumah warganya yang mengalami keretakan dan berharap agar permasalahan ini cepat ada penyelesaian.

Plt Kepala Dinas PUCK , Asmiran mengungkapkan stafnya sedang melakukan pendataan kepada warga di desa Tambang Rambang  yang rumahnya mengalami keretakan akibat pengeboran tersebut.

Sementara itu,  Humas PT El-Nusa Arif saat dihubungi via ponselnya mengaku sedang berada di Prabumulih. Sedangkan Humas pertamina EP Asset II, Edi Chandra mengatakan sismik PT El Nusa merupakan proyek eksplorasi pertamina sementara Pertamina EP Asset II sebagai badan pengelola minyak atau eksploitasi.”Jadi untuk eksplorasi bukan wewenang kami,” tuturnya.

 Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster