Warga Desa Ujung Tanjung Serbu Pemkab OKI

 314 total views,  2 views today

KAYU AGUNG,KS-Sejumlah masyarakat Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komerin Ilir (OKI), Senin (26/8), mendatangi gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab), OKI untuk mengadukan adanya dugaan penggelembungan suara pemilihan Kepala Desa (Kades), beberapa waktu lalu. Pemilihan kades sendiri berlangsung ricuh.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera dilapangan, sebetulnya masyarakat Desa Ujung Tanjung tidak terlalu ambil pusing masalah pemiihan kades tersebut.

Hanya saja, lantaran keadaannya terlalu mencolok dan terkesan adanya penggelembungan suara, terpaksa masyarakat mengadu ke Pemkab OKI untuk memintak keadilan.

Dalam tuntutannya, masyarakat khususnya dari pihak kandidat Arnedi agar diadakan penghitungan ulang, karena perbuatan yang diduga adanya penggelembungan suara oleh salah satu pasangan kades tersebut terlalu mencolok.

Pended, salah satu warga Desa Ujung Tanjung, mengatakan, sebenarnya jika pemilihan kades ini diadakan dengan demokratis dan adil, pihaknya tidak mungkin akan mengadukan hal tersebut ke Pemkab OKI.

“Tapi karena salah satu perbuatan yang dianggap sudah melecehkan yakni diduga melakukan penggelembungan suara terpaksa kami menuntut keadilan,” ucapnya.

Dirinya dan warga mengaku heran lantaran jumlah mata pilih Desa Ujung Tanjung yang ada penambahan secara mendadak. Menurutnya, jumlah suara dianggap sah hasil pencoblosan tersebut sebanyak 2.198. Namun, setelah dihitung menjadi 2.205 suara dan memiliki selisih 7 suara.

“Ya, inikan jelas adanya penggelembungan suara dari pihak tertentu yang sengaja untuk memenangkan salah satu kandidat dalam pemilihan kepada desa tersebut,” ujarnya.

Sangat wajar, lanjut Pended, jika dirinya besama warga lainnya mengadukan masalah tersebut ke Pemkab OKI. “Kami mengadu ke Pemkab OKI karena kami ingin menuntut keadilan, jangan sampai permasalahan ini berlanjut dan menimbulkan anarkis. Kami hanya ingin penghitungan ulang dan menanyakan kenapa suara tersebut nambah dari sebelumnya,” tegasnya.

Ia menambahkan dalam pemilihan tersebut kandidat kades yang bernama Dadak menang 6 suara dan Arnedi tertinggal 6 suara, sementara suara nambah dari hasil pencoblosan tersebut sebanyak 7 suara.

“Inilah yang kami tuntut karena diduga adanya pengelembungan suara dalam pemilihan kades tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, kepala Dinas PMD Kabupaten OKI, Ali Amir dalam rapat dengan warga Desa Ujung Tanjung mengatakan, kedepan hal ini akan diselidiki terlebih dahulu dan akan di ajukan ke Bupati OKI, apakah nantinya akan diadakan pemilihan ulanng atau penghitungan ulang.

“Yang pasti, dalam waktu dekat ini permasahan ini akan diproses. Harap masyarakat dapat bersabar dan tidak bertindak anarkis karena akan merugikan masyarakat saja,” imbuhnya.

Teks : Emil Hidayat

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster