Pilihlah Pemimpin Secara Cerdas

 244 total views,  2 views today

pemimpin

Ilst. Leader | Tempo.co

PALEMBANG, KS-Pemilihan umum kepala daerah (pemilukada), tidak hanya menjadi pesta demokrasi bagi masyarakat tetapi juga diharapkan bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas, cerdas dan bisa memberi contoh bagi masyarakat.

Karenanya saat pemungutan suara ulang (PSU) pemilukada Sumsel, 4 September mendatang, masyarakat menurut Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pembangunan dan Kebijakan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid, masyarakat harus cerdas memilih pemimpinnya.

“Pemimpin itu, adalah manager. Artinya, ia harus cerdas, mempunyai wawasan, punya pengalaman, dan disiplin sehingga bisa membuat terobosan dalam pembangunan. Selain itu, ia harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang dipimpinnya,” kata Husin ketika dihubungi, Senin (26/8).

Menurutnya dalam ilmu manajemen, disiplin menjadi salah satu kunci kesuksesan. Apa jadinya kata Husin, jika pemimpin yang terpilih tidak bisa memberikan contoh yang bijak kepada masyarakatnya.

Karenanya ia menyebut, pemimpin yang sering melakukan black campaign,  menyebar fitnah, dan tidak disiplin tidak patut dipilih. “Masyarakat harus pintar-pintar mengamati track racord  setiap calon gubernur (cagub), dengan begitu tidak salah pilih pemimpin. Jangan seperti membeli kucing dalam karung,” ucapnya.

Sementara Ketua Relawan Pembela Anak Negeri (Repan),  Itang Asmawijaya  mengajak mengajak masyarakat memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani. “Memilih itu hanya sehari, tapi dampaknya selama 5 tahun. Untuk itu masyarakat khususnya di daerah yang menggelar PSU, dapat memilih sesuai hati nurani, amanah dan bisa membuktikan janji politiknya,”ujarnya.

Ia menyebut, dari data yang berhasil dihimpun Repan, ada salah seorang cagub yang track recordnya tak bagus. Saat menjadi pegawai negeri sipil (PNS), calon itu bebernya pernah mendapatkan surat peringatan.

“Bahkan saat 1998, salah satu cagub saat ini yang menyebut dirinya bersih ternyata pernah diberhentikan gajinya sementara sebagai PNS. Itu karena, tidak aktif menjalankan amanahnya sebagai  PNS. Pemimpin seperti ini, tidak patut dipilih,” ujarnya.

Siapa cagub dimaksud,  Itang tak mau menyebut. Menurut dia, calon tersebut yang selama ini sering menyebarkan black campaign tentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) perihal penggunaan dana APBD untuk kampanye.

“Padahal penggunaan dana bansos dalam APBD Sumsel, sudah dijelaskan kalau dimanfaatkan untuk dana bantuan operasional sekolah (BOS), program berobat gratis, program sekolah gratis, bantuan kepada TNI/Polri dan lainnya,” ujarnya.

Karenanya itu ia mengajak masyarakat, untuk cerdas menyikapi semua isu. “Jangan mudah terpancing dengan isu, yang belum tentu terbukti kebenarannya. Cerdaslah pilih pemimpin, pemimpin yang bijak bisa memberikan contoh bukan sebaliknya,”tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster