Meredam Kecepatan Persisam

 232 total views,  2 views today

HL--Meredam

Tantan | Foto : Bagus KS

PALEMBANG | KS-Saat menjamu Persisam Samarinda di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Kamis (29/8) mendatang, pelatih Sriwijaya FC (SFC), Kas Hartadi mengingatkan anak asuhnya agar mewaspadai kecepatan pemain-pemain tim lawan.

Persisam yang dibekali materi pemain depan yang memiliki kecepatan di atas rata-rata, seperti Bayu Gatra, Ferdinand Sinaga, Lancine Kone hingga Osas Marvelous Saha, menurut Kas dapat merepotkan melalui akselerasi serangan cepat. Situasi yang ingin diredam Entrenador asal Solo.

“Persisam punya pemain yang selain tajam juga memiliki kecepatan di atas rata-rata. Sebut saja Ferdinand, Kone hingga Osas. Pemain-pemain ini harus kita matikan agar tidak dapat leluasa melakukan gerakan di area kotak penalti,” kata Kas Hartadi.

Kewaspadaan terhadap pemain-pemain ini dijelaskan Kas lantaran ketiganya cukup konsisten dalam menjebol gawang lawan. Terbukti, kendati tim yang dibela sedang mengalami paceklik kemenangan dilima laga terakhir, namun ketajaman ketiganya tetap terjaga.

Dari lima laga terakhir Pesut Mahakam (julukan Persisam) yang semuanya berakhir dengan kekalahan, tercatat hanya satu laga saja yang tidak mencatatkan nama salah satu dari tiga pemain ini yakni saat kalah tipis 0-1 atas Persita Tangerang.

“Ini menunjukkan ketiga pemain ini cukup konsisten mencatatkan namanya di papan skor. Saat Persisam sedang menurun, ketajaman mereka justru tetap terjaga,” jelas pelatih kelahiran Solo, 6 Desember 1970.

Selain karena konsistensi ketiga pemain ini, satu hal yang membuat Kas cukup gusar yakni mengenai kinerja lini depan. Dengan peer di jantung pertahanan yang keropos, Kas justru dituntut segera mengembalikan insting gol pemain yang kini menjadi pertanyaan.

Masalahnya, walaupun dapat menciptakan lima gol di lima laga terakhir, tidak satupun gol yang tercipta melalui kerjasama tim. Melainkan, tercipta dari situasi bola mati yang tiga di antaranya didapat dari titik putih.

Kenyataan yang jelas tak mengenakan karena Laskar Wong Kito seperti macan ompong yang tak dapat menciptakan gol melalui kerjasama tim (open play).

“Pastinya ini menjadi masalah didalam tim. Namun justru akan menjadi sebuah keuntungan jika dapat dimaksimakan,” ujarnya.

Terang saja Kas berkata demikian. Kesulitan mencetak gol melalui situasi open play, Kas akan coba memaksimalkan sergapan melalui bola mati layaknya seperti dua gol yang tercipta ke gawang Mitra Kukar, Sabtu (24/8) lalu, yang semuanya tercipta dari tendangan bebas.

Dengan cukup banyaknya pemain-pemain yang memiliki kelebihan dalam hal ini seperti Ahmad Jufrianto, Herman Dzumafo Epandi, Mahyadi Panggabean hingga Ponaryo Astaman, Kas tak menampik jika bisa saja timnya kembali mencetak gol dari situasi set piece.

“Yang jelas kita inginkan kemenangan. Dari manapun gol tercipta itu tidak masalah yang penting SFC dapat memetik tiga poin,” tukasnya.

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster