Tanpa Pemberitahuan, PLN Putuskan Aliran Listrik Seharian

 346 total views,  2 views today

pln

PAGARALAM, KS—Terkait perawatan trafo di Gardu Induk (GI) PLN Cabang Lahat Ranting  Pagaralam, sejumlah wilayah di Kota Pagaralam mengalalami pemadaman listrik hampir sekitar 10 jam.

Ironisnya, pihak PLN tidak memberitahukan pemdaman tersebut dan berdampak pada aktivitas masyarakat.

Menurut Sabur, warga Purwosari, dirinya sangat kesal dengan pemadaman listrik tanpa pemberitahuan hingga hampir satu hari penuh. Kekesalan tersebut sangat beralasan lantaran dirinya dengan menggelar pesta pernikahan.

“Kalau sudah mati lampu begini, tentu saja kami merasa terganggu. Apalagi tidak ada pemberitahuan sama sekali dari PLN kalau ada perbaikan,” katanya dengan nada kesal.

Hal serupa disampaikan Muji, warga Besemah Serasan. Ia mengatakan hari Minggu lazimnya di Pagaralam adalah hari persedekahan atau hajatan.  Seharusnya PLN memaklumi itu. Apalagi kebiasaan warga di Pagaralam setiap hajatan biasanya berkoordinasi dengan PLN dan memberitahukan akan ada hajatan. Dengan demikian, jika tidak ada kejadian luar biasa seperti bencana alam dan lainnya, tidak perlu ada pemadaman.

“Jika memang pemadaman (lampu, red) karena gangguan alam tentu kita bisa memaklumi. Tapi, jika tidak ada pemberitahuan kita kan kelabakan harus cari genset,” sebut Muji.

Pantauan di lapangan, hari libur seperti hari Minggu memang sangat banyak warga yang melaksanakan hajatan seperti perkawinan, aqiqah, syukuran dan lainnya. Hampir di setiap kampung dan dusun ada yang hajatan, bahkan bisa sampai lebih dari satu di setiap kampung atau dusun.

Tentu saja, mereka tidak merasa nyaman terhadap lampu padam sejak pagi tersebut. Hal itu mengganggu aktivitas mereka seperti memasak kue yang membutuhkan alat elektronik yang terhubung dengan listrik.

Beberapa memang memanfaatkan listrik dari organ tunggal atau band yang diundang, namun bagi yang melaksanakan hajatan secara sederhana ketiadaan aliran listrik sangat mengganggu.

“Di tengah rumah tetap terlihat gelap meskipun siang hari,” tutur Kamila, yang melaksanakan syukuran kelahiran bayinya dengan sederhana.

Selain mengganggu aktivitas warga, hal ini juga mengganggu kinerja beberapa pihak seperti sinyal tower telekomunikasi menjadi lemah dan terhambatnya pengiriman berita oleh beberapa wartawan.

“Mati lampu seperti ini membuat kami terpaksa terlambat mengirim berita. Mengirim via ponsel juga terganggu karena sinyal yang lemah,” keluh Eko, seorang wartawan harian yang bertugas di Pagaralam.

Terpisah, Kepala PLN Cabang Lahat Ranting Pagaralam, Edy Budiyanto ketika dihubungi hanya berkomentar singkat. “Pemadaman ini karena ada perawatan trafo di GI Pagaralam,” ujarnya tanpa menjelaskan bentuk perawatan dan berapa lama pemadaman dilakukan.

Meski demikian, hingga berita ini ditirunkan, belum ada tanda-tanda pemadaman akan berakhir.

Untuk diketahui, pemadaman terjadi di GI Pagaralam, tidak hanya seluruh wilayah Kota Pagaralam yang padam tetapi mencakup juga sebagian Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang sampai ke perbatasan Provinsi Bengkulu.

Teks: Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster