Tak Lulus Tetap Honorer

 261 total views,  2 views today

honorer

Ilst. Honorer | Net

PALEMBANG, KS-Tenaga honorer kategori II (K II), yang mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) jalur khusus, terancancam bakal tetap menjadi honorer jika tidak lulus ujian. Bukan hanya tetap menjadi honorer, namun terancam dipecat, jika dinas terkait tidak lagi memerlukan tenaga honorer ini.

“Honorer K2 yang lulus passing grade saja yang lolos, yang tidak lolos tetap honorer di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) asalnya,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKD-Diklat) Kota Palembang, Kurniawan ketika dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (23/8).

Kurniawan menjelaskan, honorer K2 diminta untuk serius mengerjakan soal dengan benar dan baik. Sebab jika tidak, maka tidak akan lulus. Istilah ujian tertulis K2 honorer, hanya formalitas itu sebutnya tidak benar. Ujian dilaksanakan sebenar-benarnya, dan hasilnya murni tanpa rekayasa.

“Pengangkatan CPNS honorer K2 yang diangkat melalui jalur seleksi khusus ini, memang memiliki ketentuan khusus. Meski masa bakti sudah lama, bukan berarti tenaga honorer ini dengan mudah diangkat menjadi PNS karena harus tetap mengikuti prosedur seperti yang telah ditetapkan Kementrian Pemberdayaan Aparutur Negara (Kemenpan) RI,”tegasnya.

Lebih jauh Kurniawan menjelaskan, prosedur itu yakni penjaringan daftar K2 honoror kemudian daftar dipublikasikan untuk dilakukan sanggahan dan perifikasi dari masyarakat. Setelah itu nama-nama honorer K2 yang terdaftar, diberikan waktu untuk melengkapi syarat administrasi kelengkapan berkas. Kemudian dilanjutkan dengan tes kemampuan dasar dan tes kemampuan bidang.

“Penentuan lulus atau tidaknya honorer K2 ini ditentukan pada tes kemampuan dasar dan tes kemampuan bidang. Soal ujian yang direncanakan menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK) inilah bakal menjadi penentu apakah K2 honorer lulus atau tidak,”ujarnya.

Soal ujian ucapnya,  dibuat oleh 10 konsorsium universitas negeri di Indonesia kecuali Universitas Sriwijaya (Unsri). Sistem penilaian kelulusan ditentukan dengan besaran nilai kelulusan (passing grade), yang bakal ditetapkan Kemenpan.

Namun sampai saat ini BKD- Diklat Palembang belum menerima informasi resmi dari Kemenpan, soal besaran passing grade yang tetapkan dan petunjuk teknis lainnya terkait ujian kemampuan dasar yang bakal dilaksanakan. “Juknisnya kita belum terima, kemungkinan pertengah September junkis dan semua ketentuannya kita terima,”katanya.

Menurut Kurniawan, pelaksanaan ujian tertulis hingga saat ini ini masih simpang siur. Awalnya ujian tertulis bakal dilaksanakan akhir September, tapi tiba-tiba berubah awal Oktober. Semua persiapan dan pelaksaan ujian tertulis sendiri memang dilakukan di Palembang, namun prosedur distribusi soal, waktu dan tempat belum diketahui hingga kini.

Rencananya tes urainya, bakal dilakukan di sekolah yang lokasinya berdekatan dan jika benar 3 Oktober dilakukan ujian maka bertepatan dengan Minggu sehingga tidak mengganggu jadwal sekolah siswa.  Rencananya ujian itu digelar di SMAN 1, Srijaya negera, SMAN 3, SMPN 9 dan sekolah yang berdekatan sekitarnya. Pengawasnya dilakukan oleh guru, sekolah bersangkutan.

“Kita hanya menyiapkan tempat tes, nomor tes, dan menyiapkan pengawas soal kesiapan lain semua diatur Kemenpan karena Palembang hanya lokasi tes saja soal hasil tes dan penilaian sepenuhnya dilakukan di Jakarta,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster