“Pak, Tolong Perbaiki Jalan Kami”

 301 total views,  2 views today

Hl-andalas

Rusaknya jalan alternatif penghubung Desa Rimba Alai dan Desa Sindangmas, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin

BANYUASIN/KS-Rusaknya jalan alternatif penghubung Desa Rimba Alai dan Desa Sindangmas, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin menyebabkan banyak warga memilih jalan “tikus” daripada harus melalui jalur alternatif.

Pantauan Kabar Sumatera dilapangan, jalan yang mengalami kerusakan parah sepanjang 150 M. Alhasil, kondisi tersebut berdampak besar bagi aktifitas warga yang melintasi daerah tersebut.

Bila hujan tiba, kondisi tersebut lebih parah dimana jalan tersebut berlumpur bak bubur. Warga yang melintas dengan menggunakan kendaraan roda dua harus ekstra hati-hati. Jika tidak, kecelakaan pun akan terjadi.

Warga berharap, dinas terkait untuk segera mengatasi permasalahan tersebut. Jika tidak, ekonomi dua desa akan terganggu dan berdampak pada kehidupan masyarakat.

Mardhani (35),  salah seorang warga Rimba Alai mengatakan, dirinya dan masyarakat sekitar merasa sangat terganggu dengan rusaknya jalan tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut menghambat perekonomian dan aktifitas kedua desa.

“Pak, tolong jalan ini diperbaiki. Kami sangat terganggu dengan keadaan jalan yang seperti ini. Jalan tersebut susahnya dilewati. Warga yang membawa hasil karet juga kerap jatuh saat melintas.Jika musim hujan, kondisi jalan sudah seperti bubur,” kata Mardani, Kamis (22/8), kemarin.

Ia menambahkan, jalan tersebut sudah lama rusak namun belum juga diperbaiki oleh pemerintah daerah. “Sudah satu tahun lebih jalan ini rusak, terkadang masyarakatnya sendiri yang memperbaikinya dengan membeli batu untuk menimbunnya,” tuturnya.

Hal senada juga dikeluhkan Susi (25). Menurutnya, warga lebih memilih jalan “tikus”  dengan  melalui kebun karet. “Saya takut jatuh melewati jalan ini jadi saya lebih memilih melewati kebun karet,” terangnya.

Dirinya dan masyarakat mengharapkan, pemerintah setempat secepatnya memperbaiki jalan alternatif tersebut. “Karna jalan alternatif itu merupakan jalan yang biasa dipergunakan untuk mengangkut hasil kebun untuk selanjutnya dijual di daerah Pangkalan Balai. Kalau tidak juga diperbaiki maka saya khawatir hasil bumi disini seperti karet dan lain sebagainya menjadi murah sehingga penghasilan penduduk setempat menjadi berkurang,” tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga syahrial sampai berita ini diturunkan belum berhasil dimintai keterangannya. Sms yang dikirimkan ke ponselnya  tidak dijawab.

Sementara itu, Sekretaris PU BM Umar Usman saat dihubungi lewat ponselnya mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah jalan tersebut pada tahun ini sudah dianggarkan atau belum karena jalan tersebut merupakan akses jalan yang baru dibuat.

“Untuk pastinya kita belum tahu karena datanya ada dikantor, saya sekarang sudah pulang,” ucapnya

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster