Harga Properti Berpacu

 299 total views,  2 views today

5.

Ilst. Properti

PALEMBANG KS-Terpuruknya rupiah yang mencapai Rp 11.093 per US$ 1 rupanya berdampak serius pada bidang properti. Harga properti bahkan mulai merangkak naik.

Fevita Sari, Staf Koordinasi pemasaran Perumahan Citra Garden kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Kamis (23/8) menyampaikan, geliat properti di Palembang diprediksi akan terpengaruh dengan melemahnya rupiah. Juga dipastikan pula akan berpengaruh terhadap harga jual properti.

Lanjut Fevi, meskipun Menteri Keuangan Chatib Basri mengaku tak kuatir pada  kondisi ini, secara rasional melemahnya rupiah bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

“Melemahnya rupiah hingga titik terendah dalam empat tahun terakhir yaitu  Rp 10.493 per US$ 1 dikuatirkan menimbulkan kenaikan dari barang-barang yang dibeli menggunakan dolar.  Saat harga-harga itu naik, maka yang terjadi adalah  peningkatan inflasi sehingga buntutnya mau tidak mau Bank Indonesia terpaksa harus menaikkan BI Rate. Apabila itu terjadi maka bank-bank akan mengikutinya dengan cara menaikkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah,” Fevi menjelaskan.

Oka Moerod, Ketua DPD REI Sumsel menyebutkan, pertumbuhan properti  di kota ini tahun 2013 naik sebesar 15 persen. Itu tidak hanya dirasakan bagi hunian rumah sederhana untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Bahkan, rumah mewah  untuk kalangan menengah atas pun mengalami pertumbuhan yang sama.

“Daya beli masyarakat kita agaknya cenderung  tinggi.  Palembang pun kota yang potensial untuk perkembangan properti ke depannya. Selain harga tanah yang relatif murah, lahan yang tersedia pun masih cukup  banyak,” tutupnya.

Pasar Mobil Merosot

Akibat pelemahan nila tukar rupiah berdampak juga terhadap penjualan mobil. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis bulan  Agustus 2013, penjualan mobil diprediksi anjlok tajam dengan  75.000 hingga 80.000 unit  atau turun dari total penjualan  periode Juli 2013 yang mencapai 112.000 unit.

Pabrikan  bahkan tetap menggenjot volume penjualan. PT Toyota Astra Motor,  Agen Pemegang Merek (APM) misalnya, tetap optimistis mampu melampaui target penjualan  sebesar 1,1 juta unit.

Hermawan, Staf Pemasaran APM, Cabang Palembang yang dibincangi Harian Umum Kabar Sumatera, Kamis (22/8) berkata,  walaupun situasi  per ekonomian nasional terganggu karena merosotnya nilai tukar rupiah, namun secara keseluruhan tidak berdampak secara langsung.

“Tahun 2013 ini momentum persaingan APM sedang terjadi sehingga menyebabkan merosotnya total penjualan kita. Kondisi  ini sedikit berbeda  jika dibandingkan tahun lalu yang disebabkan  demand  pasar tidak yang  meningkat, katanya.

Hermawan menambahkan, kompensasi dari  pengurangan  harga jual oleh pihaknya  telah dipikirkan khususnya dengan efisiensi produksi dan pemberian diskon. Apalagi untuk saat ini nilai acuan dolar untuk ongkos produksi beberapa APM masih dipatok dengan kisaran  Rp 9.300 per USD. Belum lagi suku bunga kredit yang dipatok BI sebesar  6,5 persen. Tentu  cicilan kredit sebesar itu tetap dirasa tinggi oleh konsumen.

“Tak dapat dipungkiri, nilai tukar rupiah kembali anjlok. Maka, akan mempengaruhi   momen ‘korting’ harga mobil  yang  kita  tawarkan.  Sebab risiko terburuk adalah  mempertahankan harga agar tidak naik di samping itu  kita akan mengurangi  pasokan. Jika nanti nilai tukar rupiah itu tetap tidak turun, kita akan melakukan langkah-langkah yang akan di tentukan kemudian,” tutupnya.

TEKS:JEMMY SAPUTERA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster