BKJH Sudah Bisa Diambil

 158 total views,  2 views today

javanews.

Ilst. CJH | Javanews.co

PALEMBANG, KS-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang menghimbau kepada calon jamaah haji (CJH), yang sudah melakukan pemeriksaan lanjutan kesehatan pada 13 Agustus lalu, bisa mengambil buku kesehatan jamaah haji (BKJH) di kantor Dinkes Palembang, Jalan Merdeka, Jumat (23/8).

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Palembang, dr Fauziah menjelaskan, pengambilan buku haji ini berdasarkan hitungan hari yang ditentukan yakni 10 hari setelah pemeriksaan dilakukan.

“Berdasarkan jadwal, pemeriksaan kesehatan lanjutan calon haji reguler ini di mulai 13-23 Agustus, karena pada 24 Agustus kita melayani ONH Plus. Namun demikian, bagi calon haji reguler belum melakukan pemeriksaan masih tetap kita layani,”kata Fauziah, Kamis (22/8).

Fauziah menjelaskan, pemeriksaan lanjutan ini untuk melihat dan memeriksa indikasi penyakit yang diderita calon haji. Beberapa hal dilakukan seperti pemeriksaan fisik, laboratorium atas indikasi penyakit, konseling dan imunisasi seperti pemberian vaksin miningitis, influenza dan peneomo ceceus. “Pemberian imunisasi ini untuk memberikan daya tahan tubuh pada infeksi saluran pernafasan selama berada di Mekah,” terangnya.

Sementara, puskesmas yang melayani pemeriksaan kesehatan haji ada lima yakni Puskesmas Dempo meliputi wilayah Ilir Timur (IT) I, IT II, Sukarami, Alang-Alang Lebar (AAL). Kemudian Puskesmas Merdeka meliputi Ilir Barat (IB) I, IB II dan Bukit Kecil. Puskesmas Pembina meliputi Seberang Ulu (SU) I dan Kertapati.

Selanjutnya, Puskesmas Sekip melayani Kenten, Sematang Borang, Sako, Kalidoni. Dan Puskesmas Plaju meliputi Plaju dan SU II.  “Kita berharap, setelah pulang dari Mekah, para jamaah haji bisa kembali mengunjungi puskesmas untuk menyerahkan kartu kewaspadaan kesehatan jamaah haji (K3JH). Karena, biasanya setelah pulang haji para jamaah tidak lagi melapor,”jelasnya.

Tujuannya adalah, Fauziah menambahkan Dinkes Palembang bisa mengawasi penyakit yang di idap penderita saat berada di Mekah.  “Gratis, tidak bayar. Kalau tahun sebelumnya hanya sekitar 20 persen CJH melapor ke puskesmas. Kita berharap bisa 100 persen,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Palembang, dr Anton Suwindro menambahkan, tahun ini jumlah calon jamaah haji setelah dikurangi 20 persen dari kuota haji sebelumnya. Artinya ada 2.966 JCH, yang gagal berangkat. “Dari hasil pemeriksaan sementara, sekitar 40 persen JCH termasuk resiko tinggi (risti),” ungkapnya.

“Resiko tinggi ini bisa karena usia yang tua, atau penyakit seperti hipertensi, dispensia atau keluhan nyeri lambung, gangguan lemak darah atau penyakit lainnya,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster