Nunggak Rp 2 Miliar, Kecamatan Pedamaran Dihapus

 193 total views,  2 views today

pnpm

KAYUAGUNG, KS – Diduga karena ulah sebagian oknum di wilayah Kecamatan Padamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kecamatan Pedamaran selama dua tahun  berturut-turut, bahkan selamanya tidak bisa kembali menikmati program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Pedesaan, layaknya kecamatan lainnya.

Pasalnya, kecamatan tersebut masih bermasalah dengan tunggakan program Dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP), yang tak jelas yang dananya mencapai miliaran rupiah. Selain itu, adanya pembangunan jembatan di Desa Lubuh Rarak kualitas fisik yang dinlai rendah.

Hal tersebut diungkapkan Fasilitator Kabupaten OKI, Havana Yahvas, saat ditemui di sela-sela kegiatan pelatihan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD)  dan Badan Pengawas Unit Pengelola Kegiatan (BPUPK) se Kabupaten OKI, di Hotel Dinesty, Rabu (21/8), kamarin.

“Ya, dari sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten OKI, hanya Kecamatan Pedamaran, saja yang tidak diikutsertakan pada PNPM Pedesaan Tahun 2013 ini karena masih ada permasalahan salah satunya program SPP yang sampai saat ini masih nunggak,” terangnya.

Menurutnya, untuk Kecamatan Pedamaran, sejak tahun 2012 sudah tidak  berpartisipasi lagi dalam PNPM, bahkan selamanya tidak bisa berpastisipasi sebelum menyelesaikan permasalahannya.

Masih kata Havana, dana keseluruhan PNPM Pedesaan tahun 2013 sebesar Rp32 miliar. “Masing-masing desa di setiap kecamatan berbeda-beda besaran dalam menerima bantuan dana tersebut,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun kabar sumatera,  pelaksanaan SPP dari PNPM untuk Kecamatan Pedamaran terjadi permasalahan yang cukup signifan, karena terhitung dari tahun 2007-2011 dana SPP yang dikucurkan pemerintah pusat melalui program PNPM yang seharusnya bekembang sehingga dapat digulirkan kepada kalompok lainnya justru mengalami tunggakan yang cukup fantastis hingga mencapai Rp 2.698.887.500.

Akibat dari permasalahan ini dana PNPM tahun 2012 tidak bisa dicairkan, sebelum persoalan tersebut selesai. Sementara untuk kecamatan lainnya saat ini sudah mencairkan dana PNPM tahun 2012.

Melihat persoalan yang terjadi ini membuat bupati OKI, Ir H Ishak Mekki, turun tangan dengan mengeluarkan surat tertanggal 4 Juni 2012 nomor 900/3835/ PMD tanggal 7 Juni 2012, prihal hasil audit PNPM di Kecamatan Pedamaran. Di mana dari hasil audit keuangan BPK oleh satker PNPM provinsi Sumsel telah ditemukan penyalahgunaan SPP total indikasi sebesar Rp 2.698.887.500.

Sehubungan dengan dikeluarkannya surat tersebut yang ditujukan kepada pihak Kecamatan Padamaran. Akhirnya pihak kecamatan setempat membentuk tim penyelesaian masalah dana SPP PNPM guna memfasilitasi tunggakan dimasing-masing desa serta mengkonfirmasi hasil identifikasi apakah memang benar ada masyarakat yang menunggak pinjaman tersebut, atau nama-nama masyarakat yang menjadi peminjam adalah fiktif.

Sayangnya, persoalan ini hingga sekarang tak ada kejelasan penyelesaianya, hingga untuk kedua kalinya tidak bisa mendapat kucuran dana PNPM.

Teks : Emil Hidayat

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster