Jalan Ditutup, PAD BPKB Terancam

 156 total views,  2 views today

KUPT-BPKB-Kabupaten-Lahat,-Syahrul,SE,MM

KUPT BPKB Kabupaten Lahat, Syahrul,SE,MM

Lahat | KS-Ditutupnya aktivitas penambangan Batu Bara dan berkurangnya jumlah dump truk batu bara yang melintas ternyata berimbas pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kabupaten Lahat.

Dipastikan,  pendapatan anggaran daerah Balai Pengujian Kendaraan Bermotor (BPKB), Dinas perhubungan Kabupaten Lahat, akan menurun.

Kepala Dishub melalui KUPT BPKB Kabupaten Lahat, Syahrul,SE,MM mengatakan, saat ini pihaknya mengkhawatirkan akan turunnya PAD. Namun, pihaknya akan terus berupaya untuk mencapai target PAD yang telah ditentukan oleh Dishub.

“Peningkatan PAD pada tahun 2012 dengan sekarang perbandingannya ialah seratus persen. Ini naik menjadi Rp 250 juta. Namun, dengan ditutupnya jalan aktivitas  PT. Batu Bara di Lahat dengan sendirinya akan menjadikan penurunan PAD sendiri sedangkan target yang harus dicapai itu jumlahnya sangat besar,” katanya kepada Kabar Sumatera, Rabu (21/8), kemarin.

Syahrul menambahkan, dengan berkurangnya angka kir mobil dum truk, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk menginvestigasi sopir angkutan dum truk dari rumah ke rumah guna meminta keterangan mengapa mereka tidak lagi membayar kir di BPKB.

“Saya sendiri telah mengecek dilapangan, tapi apa kata mereka, jangankan untuk membayar kir sedangkan untuk membayar kredit mobil saja nunggak,”  tuturnya.

Selain itu, dirinya berharap agar transportasi batu bara di jalan servo Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat segera dibuka sehingga PAD di BPKB ini bisa stabil kembali dan tidak menutup kemungkinan akan meningkat lebih besar lagi.

“Kami minta kepada gubernur untuk kembali membuka jalan batu bara, sehingga PAD kir kembali normal, karena sampai bulan agustus ini PAD baru mencapai 60  persen dari target yang dicapai. Dan kalaupun belum bisa dibuka apa adanya yang akan kami setor untuk pemasokan ke PAD kota lahat sendiri,” tukasnya.

Syahrul menambahkan, untuk mencapai target Rp 250 juta pertahun, penghasilan BPKB ini harus mencapai Rp 1 juta perhari. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain meminta kepada gubernur untuk membuka jalan batu bara agar PAD BPKB ini berjalan normal kembali,” harapnya.

Teks / Foto : Jumra Zefri

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster