Indahnya Seni Visual dan Spiritual

 263 total views,  2 views today

Ahmad-MaulanaOleh:Ahmad Maulana

Dalam filsafat Yunani keindahan dalam seni meliputi ide-ide kebaikan yang hendak disampaikan pada sebuah karya. Ungkapan ini pun sering digaungkan seorang Plato. Pun Aristoteles bertutur seni itu selain mengandung ide baik juga harus mampu menyenangkan.

 

Bangsa Yunani selain gemar berfilosofi tentang hidup yang indah juga telah lama mengenal seni struktural rupa dalam berbagai bangunan. Banyak gedung-gedung pemerintahan, gedung teater, lembaga-lembaga pendidikan yang masih kokoh berdiri dengan ukiran-ukiran indah pada bagian-bagian struktur bangunan bahkan kecenderungan ini menjadi gerakan pembaharuan arsitektur Yunani.

 

Al-Qur’an telah banyak memberi spirit keindahan dengan uraian ayat-ayatnya yang mengangkat tinggi derajat orang yang beriman dan berilmu. Dalam Islam ungkapan popular yang sering kita temui yaitu

 

Allah mengangkat ( derajat ) orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang diberi ilmu beberapa derajat” (Q.S Al Mujadalah : 11)

 

Dari itulah “Allah Maha Indah dan menyukai keindahan”. Kata-kata ini merupakan sebuah pengakuan luar biasa terhadap keindahan. Karena itulah sesungguhnya Islam mengajarkan prinsip-prinsip keindahan dalam praktek-praktek kehidupan. Bagaimana Islam mengajarkan manusia bersuci (kebersihan). Tidak boleh bermegah-megahan (keseimbangan), Tolong menolong (kebersamaan), Persaudaraan (Persatuan).

 

Bahkan keindahan dalam Islam tidak hanya mengandung inspirasi visual saja, akan tetapi ide kebaikan dalam keindahan menuju kepada bahagia dunia dan akhirat. Sebagaimana di dalam al-Qur’an, surat Ar-Rahman ayat 33 dikatakan bahwa:

 

Wahai golongan jin dan manusia jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan bisa menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah),”

 

Ayat itu memberi spirit sekaligus tantangan kepada hamba Allah untuk menciptakan kreatifitas setinggi-tingginya. Kreatifitas manusia memang luar biasa dan potensi ini merupakan pemberian Allah yang tak terhingga.Manusia dengan kreatifitasnya telah mampu melahirkan karya-karya besar yang kemudian menjadi tanda kemajuan peradaban sebuah bangsa. Seperti Masjid Aya Sopia (1453) peninggalan dari Sultan Mahmud II di Turki. Bangunan cinta legendaris Taj Mahal (1614) oleh Sultan Jehan di India. Dan bangunan terhebat yang menjadi sentral ibadah umat Islam yaitu Ka’bah, kesemuanya itu tidak bisa dipungkiri telah memacu pembangunan Masjidil Haram yang megah dan penuh rahmat.

 

Di Indonesia sendiri telah berdiri banyak bangunan besar yang memiliki nilai artistik tinggi, seperti Masjid Istiqlal yang pembangunannya memakan waktu 17 tahun sejak pencenangan tiang pertama oleh Bapak Soekarno 1961 dan selesai pada tahun 1978 diresmikan oleh Bapak Soeharto. Kemudian Masjid “Sabilal Muhtadin” kebanggaan masyarakat Banjarmasin (1981), Masjid ini memiliki halaman yang luas dengan kubah yang indah. Masjid Dian Al Mahri (2001) atau yang kemudian dikenal Masjid Kubah Mas karena beberapa bagian dari Masjid ini menggunakan bahan berlapis emas.

 

Masih banyak lagi bangunan-bangunan yang lain. Semuanya mencerminkan betapa negara kita sendiri kaya dengan keindahan. Bila dilihat dari struktur-struktur bangunan-bangunan orang dahulu, sering kita menjumpai adanya ukiran-ukiran di bagian-bagian tertentu. Ada yang berbentuk ornamen motif tumbuh-tumbuhan, hewan dan ada juga yang berupa kaligrafi.

 

Dalam bentuk karya seni, Indonesia memiliki beberapa perupa kenamaan diantaranya Raden Saleh, Affandy, Gusti Solichin, Edi Sunarso, Sadali, Amry Yahya, Ivan Sagito, Ifansyah, Syaiful Adnan, dll. Sebagai Negara mayoritas penduduknya Muslim, seni rupa Islam juga berkembang pesat. Keanekaragaman Indonesia menjadi inspirasi luar biasa bagi perupa. Kekuatan budaya lokalnya juga banyak mempengaruhi visual karya. Beberapa karya yang bisa disebut adalah Mushaf Istiqlal, kaligrafi Amri Yahya, Kaligrafi Syaiful Adnan dll. Seni rupa Islam yang disertai konsep yang kuat tidak hanya mampu memberi hiburan tetapi juga spirit yang memperkaya relegiusitas kita.

 

Seni rupa merupakan salah satu jalan untuk mentransformasikan pesan-pesan ketuhanan dan kemanusiaan. Seni rupa juga bisa menjadi media pemersatu. Seni rupa juga menjadi penyeimbang hidup manusia. Semoga usaha kita untuk mengembangkan seni menjadi jalan indah untuk mendapatkan kedamaian di dunia dan di akhirat.

 

Keindahan memiliki ragam arti seperti layak, baik, indah, bagus. Adapun secara teknis keindahan bermakna sebuah hal yang fenomenal atau sebuah tirai yang tembus pandang dan transparan yang memancarkan kesempurnaan. Secara keseluruhan, keindahan memiliki empat macam: Pertama, keindahan yang dapat di indra. Kedua, keindahan yang tidak dapat di indra. Ketiga, keindahan bersifat rasional, dan keempat adalah Keindahan mutlak Allah SWT.

 

Menurut pandangan al-Quran, keindahan manusia yang juga termasuk dalam fenomena-fenomena keindahan adalah bersifat tabiat, maknawi, akhlak, dan moralnya. Begitu juga sebagian dari rukun-rukun keindahan dalam pandangan al-Quran memiliki persyaratan berikut: memiliki tujuan, kesesuaian dan keseimbangan, Pengaturan yang tertib dan indah, keragaman dan pertentangan, beraneka ragam indahnya warna-warna, penghiasan, pembagusan, perindahan dari segala macam cacat. Pandangan keindahan dan estetika dalam Al-Quran, dengan mencermati prinsip-prinsip ontologis dan epistemologis yang ada,  sangat berbeda dengan prinsip-prinsip estetika dalam pemikiran barat.

 

Dari gambaran di atas, merupakan sebuah gambaran hati keindahan Islam lewat visual dan spiritual. Dan kesemuanya itu merupakan perpaduan antara ilmu dan agama. Artinya, layak tidaknya sebuah keindahan itu tergantung dari cermin manusia memandangnya. (*)

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster