Getah Karet Anjlok

 196 total views,  2 views today

hl--5

Islt. Petani Karet

PALEMBANG KS-Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan (Sumsel)  mencatat Januari hingga Mei 2013 menenpatkan komoditi karet penyumbang devisa terbesar  yaitu 1,21 miliar dolar AS.

Namun begitu,  Data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo)  Sumsel  pekan  II Agustus  2013 bahkan  merilis pertumbuhan harga karet  yang  terus mengalami penurunan. Pada tingkatan  harga olahan  saat ini harga karet  menembus angka sebesar   Rp 22.022 per kilogram  atau turun tipis dibandingkan sebelumnya dengan  harga Rp 22.036 per kg.

H Awie Aman, Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel kepada Harian Umum Kabar Sumatera menuturkan, harga bokar kualitas 90 persen di tingkat pabrik saat ini turun tipis. Ini terjadi sejak akhir Juli lalu.

“Untuk karet ini sebagian besarnya  di ekspor, sehingga harga pada komoditinya  selalu berpatokan dengan pasaran  yang ada di luar negeri. Jika, harga karet turun karena memang atmosfir pasar luar negri seperti itu. Namun sebenarnya,   keberadaan harga karet sejauh ini masih  tidak menentu, bisa saja hari ini turun dan esok hari  bergerak naik lagi,” ungkapnya.

Kata Alwi,  harga karet saat ini memang bisa di katakan  trend nya lagi menurun.  Bahkan menjelang hari raya Idul Fitri kemarin saja   harga bahan olah karet (bokar) kualitas 90 persen di tingkat pabrik  mengalami penurunan.

“Yang sangat kita sayangkan  adalah  nilai harga karet yang terus bergerak turun,sementara  volume ekspor  malah  mengalami  peningkatan yang siginfikan,” keluhnya.

Lanjutnya, volume ekspor karet  di Sumsel masih  dipasok dari sejumlah daerah penghasil, antara lain dari  Muara Enim, Lahat, Prabumulih, Banyuasin, Musi Banyuasin (MUBA) , Ogan Komering Ulu (OKU) , Ogan Komering Ilir (OKI) dan  termasuk dari Kabupaten Musi Rawas (MURA)

Menyikapi hal itu, Bambang Sugiono, Petani karet asal banyuasin yang di bincangi koran ini via telpon, kemarin  Rabu (21/8) menyampaikan, bila sejauh ini  hampir semua petani karet mengalami keresehan. Pasalnya  harga jual karet sekarang  dari hari ke hari terus mengalami penurunan.

“Kalau sebelumnya harga karet bisa mencapai Rp 13.000, kini harganya turun menjadi  Rp 11.500 per kg. Harga itu untuk karet setengah bulanan. Sementara untuk karet mingguan hanya Rp8.000 per kg. Sedangkan, untuk bulanan dari Rp 15.000 sekarang menjadi Rp13.000,” tutupnya

TEKS:JEMMY SAPUTERA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster