Seru Saat Gelar Juara ‘Dirampas’

 295 total views,  2 views today

Gelar-Juara-di-rampas-foto-net-(1)

Perayaan SFC Saat Meraih Gelar Juara ISL 2012

]PALEMBANG | KS-Presiden klub Sriwijaya FC (SFC), Dodi Reza Alex mengungkapkan terdapat sebuah hikmah dibalik gagalnya skuad besutan Kas Hartadi mempertahankan gelar juara kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang direngkuh pada musim 2011/2012.

Gelar kompetisi kasta tertinggi tanah air yang kini sudah ‘dirampas’ Persipura Jayapura, menurut Dodi telah memberikan energi berupa semangat lebih agar di musim depan dapat merebut kembali trofi juara pulang ke bumi sriwijaya.

“Ada sebuah pelajaran penting saat SFC gagal mempertahankan gelar. Menyadarkan kita jika mempertahankan itu lebih sulit dibandingkan merebut. Tidak apa-apa, karena dengan demikian dapat semakin menebalkan mental tim, semangat lebih agar di musim depan trofi juara dapat kita rengkuh kembali,” ungkap Dodi.

Dodi mengatakan, saat saling sikut bergantian menjadi tim terbaik, justru saat itulah menunjukkan kompetisi menjadi sangat menarik. Seru, dalam artian timnya mendapat tantangan dari setiap tim ketika musim baru bergulir.

Seperti musim ini saja, selain Mutiara Hitam (julukan Persipura), setidaknya terdapat tiga tim lagi yang menunjukkan dapat menjadi pesaing berat SFC, Arema Cronous, Persib Bandung dan Mitra Kukar. Sebuah pertanda jika tidak ada yang benar-benar dapat diunggulkan.

Demikian juga di musim depan. Bukan hanya tim-tim ini saja, bisa jadi tim yang tidak diunggulkan sama sekali dapat merangsek meramaikan persaingan layaknya klub promosi musim ini, Barito Putra yang menunjukkan dapat menjadi batu sandungan.

“Ketika sebuah kompetisi berlangsung secara kompetitif, saat itulah persaingan menjadi seru. Kita dituntut stabil jika tidak ingin tim lain mengkudeta. Jadi dengan kegagalan musim ini, kita meyakini ini hanya sebuah keberhasilan yang tertunda untuk kita rebut lagi di musim selanjutnya. Jika kita terus yang menjadi juara kan tidak akan seru,” ujarnya.

Belajar dari kegagalan ini, Dodi berjanji timnya akan lebih agresif menatap musim baru. Saat Laskar Wong Kito belum juga menyelesaikan empat laga sisa kompetisi ISL, manajemen sudah menyibukkan diri guna memperkuat tim dengan membidik sejumlah nama sesuai kebutuhan tim.

“Ya, untuk saat ini kita sudah mulai melakukan penjajakan dengan sejumlah nama. Pemain lokal hingga pemain asing. Ini meliputi semua sektor yang kita anggap membutuhkan pembenahan. Terutama untuk lini belakang yang mesti diperkokoh dan lini serang yang ingin kita pertajam,” katanya.

Meski telah menyatakan menjalin kontak dengan beberapa pemain, namun siapa pemain-pemain yang dimaksud Dodi masih enggap membocorkan. Bagi Dodi, ini belum layak diumumkan dan masih menjadi rahasia manajemen.

Dodi mengaku enggan gegabah memberikan bocoran karena bisa jadi pemain yang diincar lepas dan secara tak langsung mengganggu konsentrasi tim yang kini telah mempersiapkan diri menyelesaikan kompetisi musim ini.

“Yang jelas kita sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah nama. Siapa saja mereka lihat saja nanti. Kita tidak akan bocorkan sebelum benar-benar ikatan kerja terjalin antara kedua belah pihak,” terangnya.

Sebagai pelajaran, putra Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin ini menuturkan kasus gagalnya mendaratkan pemain top sekelas Robert Pires dipertengahan musim ini. Saat telah terjadi deal, tiba-tiba bintang asal Prancis membatalkan untuk bergabung lantaran dilarang pihak sponsor yang mengikatnya.

“Untung saat itu negosiasi tidak terendus media sehingga tidak diketahui khalayak dan kita tidak disebut Pemberi Harapan Palsu (PHP) terhadap para suporter. Inilah yang kita tidak inginkan,” tukasnya.

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster