Massa Hentikan Paksa Truk Batubara, Diduga Minta “Jatah” Kepada Sopir

 98 total views,  3 views today

HL-andalas

Hentikan Paksa-Sekelompok massa menghentikan paksa truk batubara melintas kemarin malam di Jalinteng Prabumulih-Inderalaya

INDERALAYA |KS-Sekelompok massa yang mengatasnamakan dirinya berasal warga dari beberapa desa di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Prabumulih-Inderalaya, Senin (19/8) malam sekitar pukul 22.00WIB memblokir jalan dan mengentikan paksa truk batubara yang melintas.

Kuat dugaan, penghentian paksa tersebut lantaran sekelompok massa itu meminta “jatah” sejumlah uang kepada para sopir truk batubara.

Informasi yang dihimpun, massa yang berjumlah sekitar puluhan itu menghadang laju kendaraan truk batubara yang hendak menuju ke Palembang, tepatnya berada di Desa Lorok Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

Aksi pemblokiran tersebut berlangsung hingga tiga jam, mulai dari pukul 20.00WIB hingga 23.00WIB.

Selain membelokir jalan, massa juga membentangkan spanduk berukuran sedang dengan isi surat keputusan (SK) Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengenai larangan melintas bagi truk batubara dan lengkap dengan Peraturan Gubernur (Pergub).

Massa menyuruh sopir truk batubara untuk memutar balik menuju ke Muaraenim. Merasa keberatan akhirnya sopir truk batubara memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan sepanjang Jalinsum.

Warga setempat mengaku, jika aksi yang dilakukan sekelompok massa tersebut dengan cara menghadang truk batubara bukanya asli warga Inderalaya Utara, namun melainkan warga dan sekelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berasal dari Prabumulih dan Muaraenim.

“Ya, mereka (warga dan LSM yang bukan dari Inderalaya Utara) memblokir truk batubara disini (Jalinsum, Desa Lorok -red). Setelah sopit truk batubara menghentikan kendaraannya, sejumlah sopir berusaha menemui mereka. Sopir truk memenuhi tuntutan sekelompok massa. Ya, mereka deal, setelah itu sopir bias melintas,” kata Is, salah satu warga Desa Lorok, Kecamatan Inderalaya Utara.

Informasi juga beredar, kalau sekelompok massa itu berasal dari Kelurahan Timbangan, Desa Tanjung Pering, Desa Parit, Desa Payakabung, Desa Lorok, Desa Bakung dan lainnya. Mereka meminta “jatah” sejumlah uang kepada sopir truk, sama seperti yang dilakukan sekelompok massa di Prabumulih dan Muaraenim.

Terpisah, Kades Lorok Muhaimin mengaku tidak mengetahui adanya aksi yang dilakukan sekelompok massa yang memblokir truk batubara melintas Jalinteng desa tersebut. Hingga saat ini, pihaknya juga belum mendapatkan laporan baik dari warga maupun perangkatnya.

“Saya juga tidak mengetahui adanya aksi pemblokiran truk batubara kemarin malam. Bahkan sampai saat ini belum ada laporan yang diterima,” tuturnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Reinaldi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster