40 Persen LO Bahasa Arab Tak Penuhi Syarat

 272 total views,  2 views today

PALEMBANG | KS-Dalam melakukan perekrutan pemandu lapangan atau Liaison Officer (LO) berkemampuan bahasa Arab untuk bertugas pada Islamic Solidarity Games di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), 22 September – 1 Oktober 2013 mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel berencana akan melakukan pengkajian ulang terhadap kelayakan.

Wakil Ketua Umum V KONI Sumsel, Dhenie Zainal mengungkapkan, hal ini dilakukan tak lain karena setelah dicroscek ulang, dari 97 LO Bahasa Arab, terdapat 40 persen dari jumlah keseluruhan belum memenuhi syarat.

“Setelah kita croscek ulang, khusus untuk LO Bahasa Arab terdapat sekitar 40 persen belum memenuhi syarat. Sementara sisanya sudah kita anggap layak,” ungkap Dhenie Zainal usai rapat dengan beberapa delegasi Islamic Solidarity Sports Federation (ISSF), Selasa (20/8) kemarin.

Meski secara teknik cukup fasih, namun satu catatan penting yang membuat sebagian rekrutan bakal tereliminasi yakni bahasa Arab yang dipelajari mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang (yang merupakan mayoritas rekrutan) berbeda dengan bahasa Arab yang akan menjadi peserta ISG.

Ini terungkap, setelah pihaknya mengadakan rapat dengan Tegnical Delgate (TD) dan Supervision and Coordination Committeem (SCC) di Hotel Aryaduta Palembang kemarin tidak ada masalah dengan LO yang ada. Hanya saja menjadi permasalahan baru setelah pihaknya croscek dengan ISSF yang ada di anak-anak IAIN Raden Fatah Palembang bahasa arabnya itu berbeda.

“Perbedaan tersebut sangat mencolok sekali. Misalnya, anak-anak IAIN Raden Fatah hanya bisa berbahasa Arab kasarnya saja, sedangkan orang Arab yang akan datang nantinya itu memakai bahasa Arab halus,” ujarnya.

Atas alasan ini, kedepan pihaknya akan mengkaji atau mengevaluasi ulang khusus mahasiswa IAIN Raden Fatah. Karena yang pihaknya butuhkan kedepan itu merupakan bahasa Arab halus yang dapat memahami kondisi lawan bicara.

“Jadi maksudnya, kalau mahasiswa IAIN itu dominan transit dari Al Quran. Sementara untuk bahasa percakapan itu sendiri berbeda. Karena itu kita akan berkoordinasi lagi dengan para alumni mahasiswa dari Mesir untuk mengganti yang tidak memenuhi syarat,” bebernya.

Ia menambahkan, dengan hal ini dia akan memanfaatkan rekomendasi Forum Pondok Pesantren atas permintaan KONI Sumsel beberapa waktu lalu guna menyiapkan para petugas LO sedari awal.

“Sebagian dari nama-nama yang direkomedasikan ini merupakan mahasiswa atau tenaga pendidik lulusan perguruan tinggi di Timur Tengah, jadi tidak diragukan lagi mengenai kemampuan bahasa Arab-nya,” kata Dhenie.

Menurutnya, dalam ajang olahraga negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) itu dibutuhkan 97 orang LO dengan kemahiran bahasa Arab. Meski demikian, pihaknya tetap akan menyeleksi calon LO yang telah direkomendasikan Forum Pondok Pesantren Sumsel itu.

“Beberapa nama ternyata berstatus dosen dengan tingkatan doktor, atau strata dua. Tentunya harus ditanya terlebih dahulu apakah bersedia menjadi pemandu lapangan mengingat pekerjaan ini menguras fisik,” ujarnya.

Perekrutan LO kali ini, berbeda dengan pelaksanaan SEA Games XXVI tahun 2011 saat Sumsel menjadi tuan rumah, karena tidak bersifat terbuka mengingat keterbatasan dana dan waktu.

“Sumsel ditetapkan sebagai tuan rumah pada 2 Juli lalu, sehingga harus bergerak cepat serta mensiasati beberapa hal, termasuk dalam perekrutan pemandu lapangan. Untuk LO berbahasa Prancis akan diambil dari berbagai akademi bahasa, sementara untuk bahasa Inggris sendiri akan memanfaatkan LO eks SEA Games lalu,” tambahnya.

Nantinya keseluruh LO akan bertugas memdampingi seluruh kontingen dan negara-negara yang akan datang maupun tamu VVIP dalam perhelatan ISG III yang akan dipertandingkan sebanyak 13 cabang olahraga, dan sebanyak 26 negara yang sudah memberikan komfirmasi melalui Online diantaranya, Algeria, Azerbaijan, Brunei, Burkina Faso, Egypt, Guyana, Indonesia, Iran, Iraq, Kuwait, Libya, Maldives, Malaysia, Morocco, Oman, Pakistan, Palestine, Qatar, Saudi Arabia, Syria, Tajikistan, Turkey, Turkmenistan, Uganda, dan United Arab Emirates.

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster