Polres Sidak Rumah Tahanan Pagaralam

 201 total views,  2 views today

Polres-saat-sidak-Rutan-Pagaralam

Polres saat Sidak Rutan pagaralam

PAGARALAM, KS—Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Kota Pagaralam, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kota Pagaralam.

Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi insiden seperti peristiwa kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut).

Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polresta Pagaralam, Kompol Indra Jaya SH, berikut melibatkan Satuan Reskrim dan Satuan Intelkam, Minggu (18/8) sekitar pukul 24.00 WIB.

”Sidak dimaksud kita lakukan guna mendeteksi berbagai peristiwa seperti kerusuhan di Lapas Labuhan Ruku, tidak akan terjadi di Rutan Pagaralam. Langkah ini sebetulnya sekedar melakukan pengecekan terhadap berbagai alat pengaman seperti pintu sel, senjata api petugas Rutan,  ruangan tanahan, kondisi petugas dan termasuk CCTV,” ujar Kapolresta Pagaralam AKBP R Hendrawan melalui Kabag Ops Kompol Indara Jaya didampingi Kasat Reskrim AKP Indarmawan dan Kasat Intel Iptu Hendro, kemarin.

Menurut Indra, selain melakukan pemeriksaan berbagai peralatan pendukung juga mengecek kondisi lingkungan sekitar rutan seperti pagar, tembok pembatas maupun situasi dalam lingkungan Rutan.

“Sesuai dangan hasil pemeriksaan, kondisi Rutan Pagaralam tergolong kondusif. Selain itu berbagai sarana pendukung untuk pengamanan masih dalam kondisi baik, seperti pintu sel, pintu pembatas raung tamu dan termasuk CCTV,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengatakan, untuk jumlah penghuni Rutan masih dalam batas normal, karena belum melebih dari 80 orang yang menjadi daya tampung tempat tersebut.

“Meski begitu, kelemahan Rutan terkait keterbatasan petugas, perlatan pemantau atau tv. Selain itu, posisi Rutan tepat berada di kawasan padat pemukiman,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Cabang Kota Pagaralam, Hidayat SH MH didampingi  Staf Adm Nurdin mengatakan mengakui, kondisi Rutan Kota Pagaralam pernah over capacity, dengan menampung  sebanyak 129 Nara Pidana (Napi). Sementara daya tampungnya hanya 88 orang.

“Kondisi saat ini masih normal sekitar 65 orang, tapi kondisi lingkungan Rutan saja yang menjadi persoalan. Karena berada disekitar pemukiman padat penduduk dan daya tampungnya cukup terbatas,” jelasnya.

Keberadaan Rutan ini, kata dia, sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan Kota Pagaralam yang sudah menjadi kota otonomi. “Rutan ini dahulunya menjadi bagian dari Kabupaten Lahat, statusnya masih ranting, tapi sekarang sudah naik menjadi Cabang Kota Pagaralam. Sementara pertumbuhan kota tentunya akan mendorong pertumbuhan penduduk dan angka penghuni Rutan. Namun  jika mencermati hal itu Rutan Pagaralam sudah tidak layak lagi difungsikan,” kata Hidayat.

Meski demikian, kata dia, pihaknya sudah membangun Rutan yang baru di Dusun Padang Karet, Kelurahan Besemah Serasan Kecamatan Pagaralam Selatan, diatas lahan 2 hektare.

“Pada tahap awal APBN pada tahun 2009 lalu sudah menganggarkan dana Rp1,5 miliar untuk membangun pagar keliling dan pondasi gedung. Nantinya Rutan ini akan mampu menampung sekitar 500 napi, dan lokasi juga agak jauh dari perkampungan penduduk Kota Pagaralam, yakni berjarak sekitar 3 km dari pusat kota,” kata Hidayat seraya menambahkan sejauh ini kelanjutan penyelesaian pembangunan Rutan masih menunggu anggaran dari pemerintah pusat, termasuk  berharap adanya bantuan  dari pemerimntah kota (Pemkot) Pagaralam guna mempercepat penyelesaian pembagunan

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster