Polda Back Up Keamanan di Lapas

 260 total views,  2 views today

kapolda-sumsel

Usman Suud Nasution (Kapolda Sumsel)

PALEMBANG, KS-Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), akan mem back up pengamanan di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Sumsel.

Ini menurut Kepala Polda Sumsel, Saud Usman Nasution dilakukan mengingat mayoritas lapas dan rutan di Sumsel over capacity.  Back up keamanan ini juga dilakukan, mengingat terjadinya   kerusuhan yang terjadi di sejumlah lapas dan rutan di Indonesia termasuk kaburnya beberapa tahanan.

“Ada personel yang kita terjunkan, untuk memback up pengamanan di rutan dan lapas. Mereka juga akan melakukan patroli, berapa banyak personel tergantung kebutuhan masing-masing lapas dan rutan,” jelas Saud yang dibincangi di DPRD Sumsel, kemarin.

Ia menilai saat ini, jumlah tahanan sudah melebihi daya tampung rutan dan lapas.        Kondisi ini diperparah, dengan minimnya tenaga pengamanan di masing-masing lapas dan rutan.

Karenanya kata kata Saud, Polda akan berkoordinasi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumsel.  “Kita juga akan koordinasi, untuk pemindahan tahanan ke lapas dan rutan yang masih kosong. Saya lihat, ada beberapa Lapas yang belum penuh ,”jelasnya.

Sebelumnya Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kanwil Kemenkumham Sumsel, Zakaria menyebut, saat ini Kemenkumham Sumsel kekurangan sipir di mayoritas lapas dan rutan di Sumsel.

“Jumlah petugas yang siaga melakukan pengamanan, tidak seimbang dibandingkan dengan jumlah narapidana (napi) yang menghuni lapas dan rutan,” ungkap Zakaria.

Menurutnya, kekurangan petugas pengamanan itu sekarang ini sedang menjadi perhatian dan diupayakan secara bertahap dilakukan penambahan, untuk mencegah terjadinya keributan dan pelanggaran hukum yang dilakukan narapidana di dalam LP dan Rutan.

Dia menambahkan, setiap lapas dan rutan, paling banyak satu regunya memiliki 11 hingga 15 personel yang melakukan penjagaan terhadap napi secara bergantian selama 24 jam.

Sementara napi yang akan diawasi dan dibina, tersebar di 18 lapas, rutan dan cabang rutan dengan jumlah mencapai ratusan hingga seribu orang lebih. Sebagai gambaran di Lapas Klas I Palembang dihuni 1.137 napi atau warga binaan,  Lapas Klas IIA wanita Palembang berisi 240 warga binaan, Lapas Klas II Tanjung Raja berisi 647 warga binaan atau mencapai 215 persen. “Sedangkan di Rutan Klas II Prabumulih berisi 283 napi , serta cabang Rutan Martapura berisi 202 napi, “bebernya.

Dijelaskannya, minimnya jumlah petugas pengamanan tersebut, mengakibatkan penjagaan atau pengawasan serta pelayanan kepada para narapidana yang menjalani pembinaan kurang maksimal.

Keterbatasan petugas melakukan pengawasan aktivitas para narapidana, juga mendorong terjadinya berbagai tindakan warga binaan lapas, rutan dan cabang rutan yang ada di 15 kabupaten dan kota wilayah kerja Kanwil Kemhukham Sumsel berpotensi melanggar hukum.

Untuk mengatasi masalah tersebut, sementara menunggu proses perekrutan personel baru pihaknya berupaya melakukan pendekatan, memberikan sanksi tegas kepada warga binaan yang terbukti melanggar aturan, dan meminimalkan keluhan di dalam lapas, rutan, dan cabang rutan.

Teks    : Dicky Wahyudi
Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster