Dana Sertifikasi Guru di Palembang Belum Cair

 941 total views,  2 views today

sertivikasi

PALEMBANG | KS-Hingga memasuki periode ke III dana sertifikasi untuk 900 guru di Kota Palembang belum dicairkan. Menyikapi hal tersebut Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang dan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel berencana mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) pada awal September mendatang, guna menuntaskan kendala pencairan dana sertifikasi tersebut.

“Kita tunggu hingga akhir Agustus ini, jika tidak juga cair maka kita akan pertanyakan langsung ke Kemendikbud,” kata kepala Disdikpora Kota Palembang, Ahmad Zulinto SPd MM, usai melakukan audiensi dengan kepala Disdik Sumsel, Senin (19/8).

Menurutnya, selama ini guru dan pihak sekolah selalu menganggap kesalahan terjadi di Disdikpora Kota atau Disdik Sumsel, sehingga menghambat pencairan hak mereka. Namun, semua data yang dimasukkan oleh guru langsung masuk ke sistem di pusat.

Oleh sebab itu, pihaknya juga tidak mengetahui secara pasti dimana letak kesalahannya sehingga mengakibatkan keterlambatan ini. Kemungkinan salah satu penyebab belum cairnya dana sertifikasi guru tersebut karena masalah teknis di Kemendikbud yang kurang efektif karena staff pegawai yang mengurus masalah pendataan dana sertifikasi tersebut hanya berjumlah tiga orang. Sementara, ketiga orang tersebut mengurus masalah sertifikasi guru seluruh Indonesia.

“Kalau melihat kondisi di pusat sangat wajar apabila pencairan dana sertifikasi guru sedikit terhambat,” tambahnya.

Sementara Kepala Disdik Sumsel, Widodo mengungkapkan kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh Kemendikbud mengenai data online, membuat kesalahan semakin sering terjadi. Terlebih tidak adanya koordinasi yang dilakukan pusat dan dinas terkait di daerah, ia mengaku semakin sulit memberikan penjelasan pada guru jika mereka ditanya mengenai hal itu.

“Misalnya terjadi kesalahan pada nama guru, meski berbeda satu huruf saja maka tetap dianggap salah dan tidak akan diproses,” jelasnya.

Hal lain yang dibahas dalam pertemuan yang hampir berlangsung selama dua jam ini mengenai kondisi fisik dari beberapa sekolah di Palembang. Pihak Disdikpora Palembang menceritakan keadaan beberapa SD yang masih berada di atas rawa dan tidak layak. Bahkan, terjadi kekurangan sekolah di bagian Ulu Palembang.

“Contohnya di Kertapati, sebenarnya terjadi kekurangan SMP dan SMA, apalagi SMK. Tidak ada SMK Negeri yang berada di bagian Ulu Palembang,” jelasnya.

Disdikpora Kota Palembang juga berharap mendapat dukungan Disdik Sumsel untuk dapat membuka SMK Negeri disana. Zulianto menggagas beberapa SD yang sudah tidak diminati siswa dan berdekatan dengan SD lainnya untuk dialih fungsikan menjadi sekolah menengah.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster