Perjuangkan Tanah, 500 Petani Akan Jalan Kaki ke Jakarta

47 total views, 3 views today

HL-Andalas

Sebanyak 500 petani dari 22 desa di Kabupaten Ogan Ilir dalam waktu dekan akan berangkat ke Jakarta dengan berjalan kaki untuk memperjuangkan hak tanah yang hingga kini masih diklaim PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis

INDERALAYA| KS-Sebanyak 500 petani dari 22 desa di Kabupaten Ogan Ilir dalam waktu dekan akan berangkat ke Jakarta dengan berjalan kaki untuk memperjuangkan hak tanah yang hingga kini masih diklaim PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis.

Ketua Gabungan Petani Penesak Bersatu (GPPB), Kabupaten Ogan Ilir Abdul Muis melalui Sekretaris GPPB Ogan Ilir, Rusdi Daduk, disela-sela rapat akbar kemerdekaan HUT RI di Balai Desa Sribandung, Kecamatan Tanjung Batu mengatakan, saat ini pihaknya masih menyusun jadwal yang tepat untuk berangkat ke Jakarta.

“Ya, ini sambil menunggu pendirian posko di Desa Sribandung.  Kecamatan Tanjung Batu sebagai start awal keberangkatan petani ke Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, sebanyak 500 petani yang akan berangkat ke Jakarta yakni menemui Menteri BUMN Dahlan Iskan, BPN, dan pihak berkompeten lainnya. “Nanti warga yang akan jalan kali diseleksi dahulu dengan melihat criteria kesehatan ataupun ketahanan fisik,” tuturnya.

Dirinya menegaskan, misi utama yang diemban para petani Ogan Ilir itu semata-mata ingin memperjuangkan hak tanah yang selama puluhan tahun lalu diambil pihak PTPN Cinta Manis.

“Kami berharap aksi jalan kaki yang dilakukan petani itu dapat didengar dan diperhatikan pemerintahan SBY. Apalagi SBY telah memberikan sinyal positif untuk mereformasi agraria,” ungkapnya..

Sementara itu, anggota DPRD Sumsel, Rusdi Tahar menegaskan rapat akbar yang dilakukan bertepatan dengan HUT RI ke 68 tahun ini adalah untuk mendorong proses pengentasan masalah konflik yang selama ini tidak menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat.

“Kita ini sudah 68 tahun merdeka, namun disisi lain masih banyak fakta dilapangan bahwasanya kuat dugaan banyak konflik agrarian yang disinyalir bertentangan dengan undang-undang. Jelas, masuknya PTPN Cinta Manis di Ogan Ilir justru sangat melukai masyarakat. Bahkan masyarakat menjadi korban,”terangnya.

Kendatipun sudah ada tawaran 20% dari PTPN untuk kesejahteraan masyarakat Ogan Ilir sebagai kompensasi agar rakyat tidak lagi memperjuangkan hak tanahnya, masih kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN), namun masyarakat menolak tawaran itu karena dinilai sangat kecil bagi kesejahteraan.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com