Pabrik Tua Menjaga Pasar

 291 total views,  2 views today

Pabrik-Pusri---foto-Bagus-Ks

Pabrik PT Pusri | Bagus KS

PALEMBANG KS-Hampir semua kondisi pabrik urea PT Pupuk Srwidjaja (Pusri) Palembang yang memiliki empat pabrik kini kondisinya sudah tua. Meski begitu, pabrik itu masih berjalan cukup baik. Bahkan, sejak Januari hingga Juli 2013, PT Pusri   menyalurkan pupuk urea nonsubsidi ke perkebunan milik swasta sebanyak 255.467 ton.

Waluyo, Staf pemasaran pupuk komersial wilayah Sumsel yang dibincangi Harian Umum Kabar Sumatera menyampaikan, bahwa realiasasi penyaluran pupuk komersial itu disalurkan ke perusahaan perkebunan di Sumsel dan delapan provinsi wilayah kerja PT Pusri lainnya yang meliputi Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tutur Waluyo, selama hari libur dan cuti bersama Lebaran Idul Fitri 2013 kemarin  pihaknya  tetap beroperasi seperti biasa yakni memproduksi pupuk urea dan amonia guna memenuhi permintaan pasar akan kebutuhannya terhadap pupuk.

“Pabrik tetap beroperasi seperti biasa,  meski begitu perusahaan tetap menjunjung kepedulian bergama dengan menerapkan sistem “shift” sehingga kegiatan produksi tetap berjalan baik dan karyawan masih bisa merayakan lebaran bersama keluarga,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Sulfa Ganie, Manajer Hubungan Masyarakat PT Pusri Palembang menjelaskan, kegiatan produksi pabrik pupuk urea dan amoniak sepanjang tahun 2013 ini berjalan lancar dan tidak ada hambatan yang berarti meskipun kondisi pabrik yang dimiliki Pusri terbilang cukup tua.

“Kondisi semua pabrik urea PT Pusri di Palembang ini berusia di atas 35 tahun. Padahal pabrik yang usianya ideal itu maksimal 20 tahun,” ucap Sulfa.

Karena itu, pihak Sulfa sekarang ini membangun  satu pabrik baru proyek revitalisasi pabrik Pusri 2 untuk menjaga eksistensi perusahaan dan meningkatkan produksi pupuk urea dan amoniak.

“Tahun 2013 ini, unit penyaluran pupuk urea nonsubsidi kita tidak hanya tersalur  ke sektor perkebunan saja, namun juga menyentuh sektor industri dengan kisaran angka menembus 71.889 ton,” ujarnya.

Data hingga Juli 2013, setidaknya penjualan pupuk urea nonsubsidi ke luar negeri tercatat sebanyak 126.526 ton. Kegiatan pemasaran pupuk urea secara komersial itu akan terus ditingkatkan guna memperluas pangsa pasar.

“Saat ini, dengan empat pabrik yang tergolong tua. Kami tetap bangga mampu memiliki total kapasitas produksi mencapai 2,262 juta ton pupuk urea per tahun. Juga kami dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani dan perusahaan perkebunan dalam negeri serta sebagian dialokasikan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri,” terangnya.

 

TEKS:JEMMY SAPUTERA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster