Menyikapi Kasus SKK Migas

 269 total views,  2 views today

migas

OLEH SARONO P SASMITO

PENANGKAPAN Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyentak banyak pihak. Terutama yang juga ikut merasa tertampar adalah kalangan akademisi perguruan tinggi, karena Rudi Rubiandini oleh salah seorang Profesor dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Kasus tersebut tentu saja menjadikan preseden buruk bagi perguruan tinggi.

Di luar kontroversi itu, kita mengharapkan kasus tersebut menjadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan adanya praktik mafia migas. KPK harus berani mengungkap dugaan adanya praktik mafia di sektor migas, baik di jajaran birokrasi maupun di swasta.

Sebab sinyalemen adanya “hangky pangki” di bidang migas ini bukan cerita baru, terutama kompromi seputar perizinan, serta perpanjangan izin dan kontrak.  Hal itu sangat rentan dengan praktek suap menyuap.

Kita sering mendengar rumor adanya setoran dari pengusaha kepada pejabat untuk memuluskan perizinan tersebut. Bisnis migas ini adalah bisnis yang berskala sangat besar.

Oleh karena itu uang yang mengalir dan beredar di bisnis itu juga luar biasa besarnya.

Kita mengharapkan dan mendukung agar KPK dapat  mendalami sinyalemen adanya praktik-praktik suap dari perusahaan-perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia yang diduga nilai hingga puluhan miliar untuk memuluskan bisnisnya.

Agar kasus tersebut benar-benar terbongkar maka KPK  harus berani mengungkap sinyalemen adanya mafia di sektor migas, baik dari jajaran birokrasi maupun pengusaha swasta. Sebab sebelumnya, diberitakan penyidik KPK melakukan penangkapan terhadap Kepala Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi(SKK Migas) Rudi Rubiandi, yang diduga terkait dengan penyuapan di kediamannya di Jakarta, Selasa (13/8) pukul 22.30 WIB. Selain menangkap Rudi Rubiandini, penyidik KPK juga menangkap dua orang lainnya dari perusahaan swasta yang sedang bersama Rudi Rubiandini.

Penyidik KPK juga membawa sebuah tas berwarna hitam dan beberapa dokumen. “Dalam proses tangkap tangan awal pada 22.30 WIB itu ada uang dalam bentuk dolar sekitar 400 ribu dolar AS. Kita temukan lagi uang dalam dolar juga, tapi ini sedang dihitung,” kata Johan. KPK juga menyita “motor gede” dari rumah Rudi dan diamankan di Gedung KPK Jakarta.

Johan belum dapat menjelaskan kaitan kasus terhadap ketua SKK Migas kasus dalam operasi tangkap tangan pada Selasa malam. “Mengenai apakah ada kaitan dengan perusahaan atau tidak, nanti akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan,” kata Johan. KPK tidak melakukan penggeledahan lanjutan pada Rabu siang, baik di rumah Rudi, kantor SKK Migas, atau pun di Apartemen Mediterania. “Yang dilakukan adalah memasang ‘KPK Line’,” katanya.

Semua langkah itu kita harapkan dapat membongkar kasus-kasus berkaitan dengan perizinan migas yang sarat praktek-praktek korupsi. Moga dengan kasus itu kerugian negara atas potensi migas dapat dihindarkan.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster