Setiap Hari 3 Aduan Masuk ke Panwaslu, DerMa Terbanyak Melanggar Aturan

 182 total views,  2 views today

foto-hlllllllllll

Seorang Warga Menunjukkan Bukti Pelanggaran oleh salah satu Calon Gubernur Selatan.

PALEMBANG, KS –Menjelang pemungutan suara ulang (PSU) pada pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan (Sumsel), 4 September mendatang, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang, kebanjiran pengaduan dari masyarakat terkait pelanggaran yang dilakukan pasangan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) Sumsel.

“Hampir semua pasangan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub), melakukan pelanggaran. Namun yang paling banyak pelanggaran aturan yang dilaporkan masyarakat ke kita, dilakukan pasangan calon nomor urut 3, Herman Deru-Maphilinda (DerMa),” jelas Ketua Panwaslu Kota Palembang, Amrullah ketika dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (14/8).

Namun sayangnya, Amrullah tidak merinci berapa banyak pelanggaran yang dilakukan pasangan DerMa itu. Begitu juga dengan pelanggaran yang dilakukan pasangan lainnya, alasannya Panwaslu belum menghitung secara rinci laporan yang masuk tersebut. Namun sebut Amrullah,

Namun kata Amrullah, setidaknya ada dua sampai tiga Short Message Service (SMS) yang masuk ke Panwaslu Kota Palembang dari masyarakat setiap harinya. Isinya berisi dugaan adanya pengumpulan massa, pembagian sembako, dan kampanye hitam atau black campaign yang terjadi hampir di kecamatan yang ada di Kota Palembang, yang dilakukan pasangan calon.

Meskipun begitu, Panwaslu dalam hal ini tidak bisa langsung saja percaya dengan laporan tersebut dan melakukan klarifikasi terlebih dahulu. “Kita masih kumpulkan bukti-bukti dilapangan, dan akan mengesekusinya apakah masuk pidana atau tidak,”terangnya.

Sementara untuk laporan tertulis bebernya, Panwaslu Kota Palembang sudah menerima sebanyak enam laporan. Dua diantaranya, dilimpahkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel. “Jadi empat yang kita proses, dan masih menunggu untuk di esekusi. Terakhir kita mendapat aduan, dari salah satu tim pasangan calon di daerah Gandus,”ujarnya.

Dilaporkan

Sementara itu, kemarin, pasangan DerMa dilaporkan oleh Ketua Ranting Partai Golkar Kecamatan Gandus, Arifin Usman karena membagi-bagikan paket sembako sebanyak 110 paket disertai kertas foto pasangan tersebut berisi ucapan selamat ramadhan dan Idul Fitri. Paket sembako ini, dibagi-bagikan oleh tim pemenangan pasang nomor urut nomor 3 di  Rt 22 dan Rt 23, Kelurahan Karang Kaya, Kecamatan Gandus, Selasa (6/8) lalu.

Dalam laporannya, Arifin mengajak tiga orang warga yang menerima paket sembako yakni Salma (56), Nani Anggraini (38) dan Jubaidah (32), ketiganya warga Jalan Lettu Karim Kadir, Rt 23, Kelurahan Karang Kaya, Gandus.

“Ketiga warga ini, mendapatkan sembako sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam paket sembako yang dibagikan itu berisi, gula pasir, gandum, dan minyak goreng. Selain ada kartu berisikan ucapan selamat ramadhan dan idul fitri, dan foto pasangan DerMa,” jelas Arifin.

Sementara itu Salma, warga yang menerima paket sembako tersebut mengaku ia paket sembako itu diantarkan ke rumahnya oleh seseorang yang mengendarai mobil jenis Nissan Terano warna merah hati BG288 KU. “Lalu paket sembako itu diletakkan di rumah Rogaya, yang diberikan oleh seseorang yang tinggal di kompleks Bukit Sejahtera, Polygon. Saya dan warga yang menerima sembako ini, diminta saat PSU nanti  untuk memilih pasangan nomor urut 3,” kata Salma.

Anggota Panwaslu Palembang, Jon Heri membenarkan adanya laporan tersebut. “Pengaduan ini, kami pelajari dan kita dalami dahulu,” ucapnya.

Teks    : Dicky Wahyudi

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster