Rp 300 M untuk Si Mikro

 201 total views,  2 views today

uitPALEMBANG | KS-Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggulirkan dana untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKMK) sebanyak Rp 300 miliar. Bersiap UKM masuk Mall.

Demikian disampaikan Abdul Shobur, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumsel. Menurut catatan Shobur, saat ini pihaknya berusaha menaungi para pelaku UKMK lewat cara menyelenggarakan  UKM masuk  Mall pada Agustus 2013 ini. Program itu pun bertujuan mengembangkan Dana Bergulir dari Lembaga Pencairan Dana Bergulir (LPDB) KUMKM.

“Sosialisasi LPDB KUMKM itu kita sampaikan saat pembukaan UKM masuk Mall nanti. Di mana mereka akan memberikan bantuan dana bergulir pada koperasi dan UKM di Sumsel untuk memperkuat usaha” ungkapnya.

Pada kegitan UKM masuk Mall nanti, LPDB KUMKM akan siap memberikan informasi dan komunikasi antara penyedia modal dan pelaku UKMK di Sumsel lebih mudah.

“Peran Dinas Koperasi dan UKM ini sendiri menyeimbangkan peningkatan kualitas koperasi dan UKMK di Sumsel. Ya, salah satunya meningkatkan sumber saya manusia melalui pelatihan,” tukasnya.

Tujuan perkenalan UKMK pada UKM masuk Mall yaitu mengentaskan pengangguran dan kemiskinan serta dapat menumbuhkan perekonomian di Indonesia.

“Tahun lalu alokasi dana bergulit UKMK Sumsel masih rendah hanya sebanyak Rp 100 miliar. Namun, tahun ini jumlahnya mencapai angka Rp 300 miliar,” cetus Shobur.

Ia pun menargetkan seusai pelaksanaan sosialisasi ini alokasi anggaran dana bisa mencapai angka Rp 300 miliar. Yang mana bila anggaran tersebut sudah habis sebelum akhir bulan. Untuk bunga pinjamannya sebesar 9 persen per tahun dan kini tutun menjadi 6 persen. Sehingga bila dihitung

pelaku UKMK cukup membayar 0,5 persen bunga per bulannya. Sedangkan bunga di sektor real, hanya dikenakan 3 persen dengan bunga 0,25 persen per bulannya.

Dana yang digunakan untuk simpan pinjam bisa selama 3 – 5 tahun, apabila sektor real (investasi) bisa mencapai 5-10 tahun. Namun dana bergulir ini hanya diperuntukkan bagi usaha produktif.

“Usaha itu selain produktif juga bisa menciptakan lapangan kerja, sehingga sejalan dengan tujuan awal kita untuk mengentaskan angka pengangguran,” ulasnya.

Lanjutnya, yang menarik dari pencairan dana bergulir ini, para pelaku UKMK tidak harus mempunyai koperasi dulu agar bisa meminjam dana tersebut. Syaratnya pun sangat mudah, untuk koperasi harus sudah berdiri minimal 1 tahun lamanya, ada badan hukum, sudah ada usaha, tidak boleh sedang rugi, harus punya sisa hasil usaha. Dana tersebut akan diberikan mulai kisaran Rp 100 juta hingga Rp 5 miliar.

“Hingga saat ini sudah ada 13 ribu koperasi yang mengantri untuk pencairan dana bergulir ini, tapi khusus untuk Palembang akan kita diprioritaskan. Badan Usaha apapun boleh mengajukan ke kami, karena tidak ada kesempatan bagi usaha apapun yang tidak bisa dipnjmkan di LPDB ini,” tutupnya.

 

TEKS : JADID ULUL ALBAB.

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

FOTO:BAGUS KURNIAWAN

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster