“Masih Ada Saja Yang Memakai Plat Merah”

 274 total views,  2 views today

HL-andalas

masih ada pejabat yang tidak menghiraukan himbauan dari gubernur untuk tidak memakai mobil dinas sebagai bahan untuk muidk. Buktinya dilapangan KS menemukan sebuah mobil dinas nopol BG 1096 BZ yang merupakan mobil dinas milik Pemkab Banyuasin

Lahat I KS-Rusaknya jalur lintas yang melingkar dari arah Desa Manggul hingga ke Talang Bengkurat, Kabupaten Lahat menyebabkan banyak kendaraan khusunya para pemudik memilih jalur dalam kota.

Selain mempercepat laju kendaraan, pengemudi juga khawatir jika kendaraannya mengalami rusak akibat jalan berlobang.

. Pemudik yang mayoritas menggunakan kendaraan pribadi ini berasal dari berbagai daerah dan provinsi provinsi lain di luar Sumatera selatan.

Walaupun selama perjalanan mudik hingga arus balik mereka tidak terjadi halangan yang berarti, namun sebagian dari pengendara ini masih tetap mengeluhkan tentang jalur jalan lintas yang melingkar dari arah Desa Manggul hingga ke Talang bengkurat yang masih saja terlihat amburadul, karena kerusakan jalan yang kian parah.

Tentunya keadaan jalur ini membuat mereka lebih memilih melewati jalan dijalur dalam Kota Lahat, dengan alasan demi keamanan diri dan kendaraan yang mereka tumpangi.

Pantauan Kabar Sumatera, memasuki hari keenam pasca lebaran, arus balik melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), di Kota Lahat terlihat aman dan lancer.

Tepat disimpang tiga Al-Mutaqin, tampak beberapa kendaraan pribadi yang sebagian besar bernomor polisi (Plat) Asal Pulau Jawa melintas dijalur Kota Lahat yang ada diseputar Kelurahan Talang Jawa Selatan.

Bahkan jika dibandingkan dengan arus balik yang melewati jalan lingkar, maka lebih banyak kendaraan yang melalui jalan dalam Kota.

Salah seorang pengguna jalan, Sukarna mengakui, dirinya bersama keluarga merasa lebih aman melewati jalur lintas dalam Kota Lahat ini, dengan alasan jalur yang ada di Jalinsum lingkar Kota Lahat tersebut masih terlihat parah, bahkan dirinya merasa khawatir mobil yang dibawanya akan nyangkut dibagian bawahnya saat melewati lobang-lobang yang dalam di jalur itu.

“Wah, ngeri pak lewat sana, sebab waktu kami berangkat mudik dua hari sebelum lebaran bagian bawah mobil kami nyangkut hingga harus di dorong dulu baru bisa jalan lagi, apalagi saat itu malam hari. Untung saja ada teman-teman yang juga mau mudik ke Bengkulu, kalau nggak ada yang bantuin mungkin bisa macet panjang gara-gara mobil kami nyangkut itu,” ungkap Sukarna dibincangi KS saat beristirahat di kawasan Talang Jawa kemarin.

Sebaliknya, kondisi ini sangat menguntungkan bagi truk truk ekspedisi angkutan barang, sabab para sopir truk tersebut tidak merasa ragu akan kemacetan yang timbul akibat padatnya arus balikmobil mobil pribadi.

“Sebelum lebaran, kita was was juga pak, sebab banyak pemudik yang menggunakan mobil pribadi, dan rata rata sopirnya itu belum paham betul dengan rute jalan lingkar ini. Makanya mobil mobil pribadi itu banyak yang terjebak lobang, dan akhirnya macet,” ujar purba seorang sopir truk asal Medan.

Sementara itu terpantau, masih ada pejabat yang menghiraukan himbauan dari gubernur untuk tidak memakai mobil dinas sebagai bahan untuk muidk. Buktinya dilapangan KS menemukan sebuah mobil dinas nopol BG 1096 BZ yang merupakan mobil dinas milik Pemkab Banyuasin, dimana mobil tersebut tertangkap kamera setelah mengisi bensin eceran di jalan kodim baru talang kapuk lahat.

Tentunya pemakain mobil dinas tersebut dapat ditindak tegas oleh pemerintah, pasalnya mobil dinas bukan untuk digunakan sebagai kendaraan pribadi.

Jefri, warga Bandar jaya mengungkapkan kekecawaannya atas adanya pejabat Negara yang menggunakan kendaraan dinas untuk kegiatan mudik yang tidak lain itu adalah kegiatan pribadi bukan perjalanan dianas.

“Ya, kami sebagai rakyat biasa sangat menyesalkan atas apa yang telah dilakukan oleh seorang oknumtersebut, karena kita tahu kalau kendaraan dinas itu bukan untuk digunakan kepentingan pribadi, kalau itu bias digunakan sebagain kepentingan pribadi tentunya kami rakyat biasapun boileh pinjam untuk kendaraan mudik lebaran,” ungkapnya kepada KS.

 

Teks / Foto : Jumra Zefri

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster