KPU Setengah Hati Gelar PSU

 195 total views,  2 views today

kpuPALEMBANG, KS-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel), setengah hati untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU) pada pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumsel, 4 September mendatang di Palembang, Prabumulih, OKU, OKU Timur dan satu kecamatan di OKU Selatan.

KPU Sumsel, tidak begitu perduli dengan partisipasi masyarakat yang akan memberikan hak suaranya pada PSU mendatang. Bahkan, komisioner KPU Sumsel tidak menghiraukan komentar negatif dan sindiran yang disampaikan pengamat politik Sumsel.

“Kita tidak perduli, berapa besar partisipasi masyarakat yang akan mengikuti PSU mendatang. Yang terpenting, kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan PSU, termasuk meningkatkan partisipasi masyarakat dengan cara melakukan melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar komisioner KPU Sumsel, Herlambang saat dihubungi, kemarin (13/8).

KPU jelasnya, sudah melakukan sosialisasi PSU itu kepada masyarakat melalui media massa. “Untuk sosialisasi tetap kita lakukan, tetapi ala kadarnya saja. Karena anggarannya hanya Rp300 juta. Yang terpenting, kita telah melakukan tugas kita. Terserah masyarakat mau datang atau tidak, kita tinggal berharap kepada calon untuk membantu memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk menggunakan hak suaranya,” ucapnya.

Menanggapi penilaian sejumlah pihak yang mengatakan KPU kurang serius menyukseskan PSU, Herlambang mengaku tidak begitu mempermasalahkannya. “Terserah para pengamat itu mau bilang apa, yang jelas kita telah berusaha maksimal untuk melaksanakan pemilukada maupun PSU. Mereka juga boleh bergelar doktor atau profesor, tetapi harus diketahui antara literatur dengan kondisi dilapangan berbeda. Jadi kita tidak khawatir dengan komentar-komentar mereka,” tegasnya.

Lebih jauh Herlambang menambahkan, sukses tidaknya pelaksanaan PSU mendatang, tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab KPU Sumsel tetapi harus didukung KPU kabupaten dan kota yang PSU digelar.

“Saat ini komisioner banyak yang tidak maskimal, untuk melaksanakan tugasnya. Mungkin ini ada kaitannya dengan hasil seleksi KPU Sumsel, beberapa waktu lalu. Sekarang kita hanya berharap koordinasi yang baik dengan KPU kabupaten dan kota yang ikut melaksanakan PSU,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Sumsel, H A Djauhari yang ditemui disela-sela halal bihalal di rumah dinasnya mengatakan, KPU Sumsel harus melaksanakan PSU dengan baik termasuk soal partisipasi masyarakat.

“Saya minta KPU melakukan sosialisasi secara maksimal, tidak perduli dananya minim atau tidak. Dengan demikian partisipasi pemilih menjadi banyak, paling tidak menyamai pemilukada Sumsel, 6 September lalu,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Djauhari juga meminta penyelenggara pemilu dapat bekerja maksimal. “PSU ini masih menjadi tanggung jawab KPU Sumsel, jadi tidak ada alasan bagi mereka untuk bekerja asal-asalan hanya karena tidak lolos seleksi,” tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster