Demokrat dan Konvensi Capres

 179 total views,  2 views today

demokratOLEH SARONO P SASMITO

APAPUN  langkah yang dilakukan oleh Partai Demokrat ternyata menarik perhatian berbagai kalangan. Baik secara nasional maupun regional termasuk kita yang berada di Sumatera Selatan ini.

Ketika partai ini akan menggelar konvensi calon presiden (capres) ternyata banyak pihak yang meragukan. Komite Konvensi Partai Demokrat diragukan bisa bersikap transparan dan independen dalam memilih dan menyeleksi calon presiden yang diusung oleh Partai Demokrat. Keraguan itu salah satunya disampaikan mantan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Buya Syafii Maarif di Jakarta kemarin.

Ia menegaskan, siapa pun yang nanti diusung sebagai capres pada Pilpres 2014 harus memiliki tekad kuat membangun Indonesia. Pemimpin Indonesia mendatang, menurut dia, harus mampu menyelamatkan negeri ini.

Buya juga meragukan Partai Demokrat mampu merealisasikan targetnya untuk meraih 20 persen suara pada Pemilu Legislatif 2014. Menurut dia, elite Partai Demokrat sangat optimistis mampu meraih suara 15 persen pada akhir 2013 dan mencapai 20 persen pada Pemilu 2014.

Kita juga menyaksikan, sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengumumkan 17 nama anggota Komite Konvensi pada Senin (12/8) malam. Ke-17 nama itu ditetapkan melalui Keputusan Ketua Majeli Tinggi Partai Demokrat Nomor 19/2013 tentang Pembentukan Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, yang meliputi sepuluh nama dari independen dan tujuh dari kader Partai Demokrat.

Pengamat politik Center for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi mengingatkan, konvensi bakal menjadi pertaruhan nama baik partai.

Partai Demokrat jangan bermain api karena konvensi capres ini akan menjadi pertaruhan nama baik partai. Partai Demokrat jangan sampai menjatuhkan martabatnya sendiri kata J Kristiadi.

Menurut dia, jika Partai Demokrat sampai “bermain api” dengan memanfaatkan penyelenggaraan konvensi capres, itu justru akan menurunkan popularitas dan elektabilitasnya karena publik akan menilainya tidak fair.

Di sisi lain, kita juga mengkhawatirkan adanya  gejala bahwa Partai Demokrat akan memanfaatkan penyelenggaraan konvensi sejak awal. Hal itu juga dirasakan beberapa tokoh yang berminat ikut konvensi.

Buktinya, mereka yang berminat mengikuti konvensi, agak ragu dan bertanya-tanya, apakah konvensi calon presiden yang akan diselenggarakan Partai Demokrat itu sungguh-sungguh atau hanya pencitraan untuk menaikkan popularitasnya.

Bukan hanya itu, kita juga mengingatkan agar Partai Demokrat tidak membuat instruksi yang bisa membatalkan hasil seleksi yang telah dilakukan Komite Konvensi Partai Demokrat serta hasil survei dari lembaga survei. Partai Demokrat, dalam hal ini  jangan sampai melakukan hak veto untuk menentukan salah seorang peserta menjadi pemenang.

Jangan sampai  konvensi Partai Demokrat hanya pernak-pernik partai berlambang bintang mercy itu agar tampak mengusung prinsip demokratis dalam mencari capres. Apalagi adanya ketentuan konvensi harus berpatokan kepada Pasal 13 ayat 5 AD/ART yang menyatakan bahwa kewenangan menetapkan calon presiden Partai Demokrat tetap berada di tangan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sekaligus Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Kalau kewenangan itu yang terealisasi konvensi itu bias tak bermakna apa-apa. Kita tunggu saja perkembangannya.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster