39 Persen Guru Belum Bergelar S1

 168 total views,  2 views today

sarjanaPALEMBANG | KS-Dinas Pendidikan (Disdik), Sumatera Selatan (Sumsel), mencatat, hingga saat ini, sekitar 39 pesen dari 11.000 guru yang ada di Sumatera Selatan, belum bergelar sarjana (S1).

Bahkan tahun 2014 mendatang, guru usia produktif yang belum bergelar S1 akan dialihfungsikan menjadi staff biasa di sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel,  Drs. Widodo, Rabu (14/8).

“Ya, saat ini, ada 39 pesen guru belum S1. Artinya, baru ada sekitar 61 persen guru yang sudah mendapatkan pendidikan Strata 1 (S1). Sekitar 39 pesen masih berpendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA), sederajat ataupun diploma,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut antara lain adalah usia yang telah mendekati pensiun dan tinggal jauh dari perkotaan sehingga enggan melanjutkan pendidikan.

Ia menambahkan, dari 39 persen guru tersebut sebanyak 15-20 persen adalah merupakan guru yang sudah memasuki masa pensiun yakni di usia 54-56 tahun. Oleh karena itu pihaknya tidak terlalu memaksakan guru yang berada pada kategori ini. Hal tersebut disebabkan untuk menyelesaikan pendidikan S1 minimal harus dalam waktu empat tahun.

“Ya, jika dipaksakan maka mereka akan lebih dulu pensiun dari masa tugasnya sebelum menamatkan pendidikan,” tuturnya.

Akan tetapi, sambung Widodo, bagi guru yang masih dalam masa produktif, diharapkan bisa mendaftarkan diri pada program beasiswa pendidikan lanjutan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel.

Saat ini, pihaknya juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 14 milyar untuk beasiswa pendidikan. Beasiswa tersebut akan digunakan untuk guru yang akan melanjutkan pendidikan dari S1 hingga S3.

“Sudah sekitar 7000-8000 beasiswa yang diberikan per tahunnya, sehingga tidak ada alasan lagi bagi guru yang dalam masa produktif untuk tidak melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk mengatasi kendala guru yang berada diluar wilayah kabupaten/kota, atau guru yang berada di daerah terpencil, perkuliahan di Universitas Terbuka (UT) menjadi salah satu solusi untuk mengikuti pendidikan lanjutan. Sehingga, guru tidak akan terbentur oleh jarak lokasi kampus, karena pola pendidikan UT di Sumsel sendiri sudah dipermudah.

“Apalagi pemerintah pusat juga sudah memutuskan kebijakan untuk wajib mengikuti pendidikan minimal S1 bagi seluruh guru di Indonesia. Pemerintah pusat pun telah membuat batas akhir toleransi hingga tahun 2014 mendatang,” ucapnya.

Guru yang tidak juga mengikuti pendidikan S1 atau belum mengantongi ijazah S1, bisa dialihfungsikan sebagai staff biasa di sekolah. Dan ini rencananya akan diterapkan pada Juli 2014 dan Juni 2015.

TEKS : AMINUDDIN

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster