Palembang Kekurangan Guru SD

 872 total views,  2 views today

hl-foto

Ilst. Guru Sedang Mengajar disalah satu Sekolah di Palembang.

PALEMBANG | KS-Jumlah guru yang mengajar di sekolah dasar (SD) di Palembang, saat ini masih mengalami kekurangan. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, menyebut setidaknya di kota empek-empek ini masih butuh sekitar 500 guru SD lagi.

Untuk mengatasi kekurangan ini guru ini, untuk sementara menurut Kepala Disdikpora Kota Palembang, Ahmad Zulianto, Disdikpora sudah melakukan langkah antisipasi.

“Salah satu langkah antisipasi kita, dengan menggabungkan beberapa sekolah. Namun tetap saja, kita masih kekurangan guru untuk SD,” kata Zulianto dibincangi usai menghadiri seminar sertifikasi guru, Minggu (4/8).

Kekurangan guru yang mengajar di SD ini jelas Zulianto dikarenakan, banyak guru saat ini yang sudah pensiun. Jika hal ini tidak segera diantisipasi maka kata jelas Zulianto, hal ini akan menjadi persoalan besar.

Ia menyebutkan, jumlah guru SD di Kota Palembang saat ini mencapai 2.000 orang yang tersebar di 354 SD negeri. Jumlah itu, masih kurang sekitar 500 guru lagi walau pun sudah dilakukan penggabungan sekolah.

Menurut dia, kurangnya guru SD ini akan mempengaruhi kelangsungan pembelajaran. Apalagi fungsi guru SD, adalah guru kelas membawahi setiap kelas.  Ini beda dengan jenjang SMP-SMA, dimana setiap guru  bertanggungjawab pada satu mata pelajaran.

Terkait kurangnya guru SD, ia mengatakan Disdikpora telah melakukan berbagai upaya untuk menjamin pembelajaran tetap berjalan baik, antara lain memberi kesempatan guru SMP mengajar di SD.

Ia mengakui, langkah itu bisa dilakukan selama guru belum tersertifikasi, sebab setelah tersertifikasi guru harus mengajar sesuai kompetensinya, tidak boleh mengajar pelajaran di luar spesialisasinya.

 

“Keberadaan guru tidak tetap (GTT) juga cukup membantu mengatasi kekurangan guru SD ini, selain menerima mutasi guru dari daerah lain. Untuk mutasi guru, kebanyakan yang mengajukan di atas jenjang SD,” katanya.

SMP dan SMA Kelebihan

Namun sambung Zulianto, kondisi sebaliknya justru terjadi pada guru yang mengajar di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Guru yang mengajar di dua jenjang pendidikan ini, justru mengalami kelebihan kecuali untuk pelajaran Bahasa Indonseia, Kesenian,  Teknologi  Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Bimbingan Konseling (BK).

“Jenjang SMP misalnya, kelebihan 25 guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Di mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) kelebihan 8 guru, kelebihan 15 guru Matematika, 16 guru Biologi dan 18 guru Ekonomi,”ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel, Widodo mengakui bahwa kondisi SD di Kota Palembang secara umum memang mengalami kekurangan dua guru untuk tiap sekolah. “Di Kota Palembang saja kekurangan dua guru SD/sekolah, kondisi SD di daerah-daerah tentunya akan lebih parah,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, kekurangan guru SD tersebut memang terjadi secara alamiah karena kebanyakan guru yang pensiun sekarang ini adalah mereka yang diangkat saat awal kebijakan SD instruksi Presiden (Inpres).

“Pensiunnya guru-guru ini memang bersifat alamiah, namun harus segera disikapi oleh pemerintah. Sebab, dalam kurun 2012-2018 mendatang akan banyak guru yang pensiun secara massal,” tukasnya.

Teks    : Aminuddin

Editor  : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster