Lakukan Kampanye Terselubung Cagub Manfaatkan Momen Idul Fitri

 217 total views,  2 views today

kampanye

PALEMBANG, KS-Momen Idul Fitri, tidak di sia-siakan pasangan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk ‘berkampanye’ Pantauan Kabar Sumatera, Minggu (4/8), sejumlah spanduk milik pasangan calon yang berisikan ucapan Selamat Idul Fitri terpasang di sejumlah ruas jalan protokol di Palembang.

Misalnya spanduk milik Cagub Sumsel nomor urut 3, Herman Deru. Cagub pria yang menjabat Bupati OKU Timur, terpasang di Jalan Jend Sudirman Simpang Sekip, Angkatan 66, Basuki Rachmat tepatnya di depan BLPT.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) Sumsel, Andika Pranata Jaya yang dihubungi mengatakan sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), hanya ada pemungutan suara ulang (PSU) pada pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumsel.

PSU ini kata Andika, berbeda dengan pemilukada. “Artinya, tidak ada kampanye maupun sosialisasi. Yang ada, hanya pemungutan suara dan perhitungan suara,” kata Andika, kemarin.

Harusnya ini jelas Andika, harus dipahami dan dimengerti semua pasangan calon. Bukankah kata Andika, mereka menginginkan pemilukada berjalan dengan demokratis dan sesuai aturan. “Kalau mau sesuai aturan, ayo semuanya taati aturan. Sosialisasi maupun kampanye, tidak ada dalam PSU,” ucapnya.

Apa tindakan Bawaslu ?, inilah sebut Andika yang menyulitkan Bawaslu. Saat ini sudah masuk masa liburan, sehingga menyulitkan Bawaslu untuk berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) untuk menertibkan spanduk kampanye tersebut.

“Sementara kita sangat terbatas sumber daya manusia (SDM) nya, di Sumsel hanya ada tiga komisioner. Makanya kita harapkan peran serta masyarakat,”himbaunya.

“Kalau masyarakat menerima sembako, atau lainnya yang berisikan ajakan untuk mencoblos salah satu pasangan, tolong laporkan ke kita,” ucapnya.

Sementara itu Komisioner Bawaslu Sumsel, Divisi Penindakan, Zulfikar mengaku akan menyurati tim pemenangan pasangan calon terkait baliho dan spanduk pasangan calon yang tersebar menyambut idul fitri. “Akan kita pelajari apakah masuk unsure kampanye atau tidak, yang jelas akan kita surati baik tim pemenangan atau pasangan calon,” kata Zukfikar.

Dijelaskan Zulfikar, pemungutan suara ulang sesuai perintah MK di Palembang, Prabumulih, OKU dan OKU Timur serta Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, OKU Selatan, 4 September nanti, tidak ada lagi masa kampanye dan sosialisasi.

“Jika nantinya terbukti ada unsur kampanye, seperti gambar pasangan calon, ajakan dan alat praga. Maka, jelas akan kita tindak bersama Penegak hukum terpadu (Gakumdu) Sumsel,” janjinya.

Laporkan ke Bawaslu

Ditempat terpisah Ketua Tim Kampanye pasangan Alex-Ishak, Edward Jaya mengatakan sesuai keputusan MK, dalam PSU tidak ada kampanye dan sosialisasi. Sosialisasi hanya boleh dilakukan oleh pelaksana pemilukada dalam hal ini KPU dan Bawaslu.

Edward mengaku, sah-sah saja setiap orang mengucapkan selamat Idul Fitri kepada masyarakat. Namun jika ucapan itu, sudah bagian dari kampanye tentu itu adalah pelanggaran. “Kalau dia sudah berpasangan, ada nomor urut calon atau ajakan tentu itu sifatnya kampanye dan bentuk pelanggaran. Kami akan laporkan temuan ini, ke Bawaslu,” tukasnya.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster