Romi Sebut Ada yang Provokasi Pedagang

 257 total views,  2 views today

romi-hereton

Romi Herton

PALEMBANG, KS-Adanya penolakan ganti rugi yang diberikan oleh Pemerintah Kota (pemkot) Palembang, terhadapat 25 pedagang nasi goreng yang berada di kawasan Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Palembang, dinilai Wali Kota Palembang, Romi Herton karena adanya provokasi.

Walau pun ada penolakan, namun menurut Romi , pedagang harus ‘angkat kaki’ dari kawasan PSCC.  Menurutnya hanya ada dua opsi untuk pedagang tersebut, pilih dapat ganti rugi dengan  mau di relokasi atau tidak dapat ganti rugi sama sekali tetapi tetap di relokasi.

“Mau tidak mau mereka harus kosongkan lokasi itu, karena itu akan dipakai untuk pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG). Kami harapkan kepada semua pihak, untuk dapat mendukung event itu. Jangan ada yang memprovokasi, hanya untuk kepentingan pribadi,” kata Romi yang dibincangi, Jumat (2/8).

Menurut Romi, sebenarnya pedagang di kawasan PSCC itu sudah mau di relokasi namun ada segelintir orang yang mendoktrin pedagang untuk tidak mau menerima ganti rugi dan pindah dari kawasan PSCC tersebut.

Pemkot jelasnya, sudah menyiapkan ganti rugi Rp25 juta untuk setiap pedagang,  bahkan pemkot juga sudah menyediakan lokasi lain untuk mereka berdagang. “Pada pertemuan Rabu (31/7) lalu, saya sudah sampaikan kepada para pedagang tersebut mau ambil ganti rugi atau ambil lokasi di PSCC.  Kalau mau ambil lokasi tidak bisa, kalau mau ambil uang silahkan. Kalau mereka tidak terima, proyek ini harus tetap jalan, dan tempat tersebut harus tutup,” tegasnya.

Ditanya soal tuntutan pedagang, agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel yang harus turun langsung ?,  Romi menyebutkan, wali kota telah di tunjuk langsung oleh Gubernur Sumsel untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Saya harapkan semua pedagang, dapat mematuhi ketentuan ini. Silahkan ambil uang ganti ruginya,”tukasnya.

Sebelumnya, penasehat hukum Penguyuban Pedagang Nasi Goreng di PSCC, Malimin menyebut, pedagang memilih akan tetap bertahan untuk berdagang di PSCC walau pun sudah ada instruksi dari Wali Kota Palembang untuk mengosongkan kawasan tersebut.

“Disana, ada 27 pedagang nasi goreng. Kami akan memilih tetap bertahan, sampai pemberi izin dari kedua belah pihak yakni PT Griya Inti Sejahtera Insani dan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), melakukan mediasi dengan Kelompok Panguyuban Pedagang Nasi Goreng, untuk mencari jalan keluar bagi para pedagang nasi goreng yang akan digusur,” kata Malimin, Kamis (1/8).

Ia menyebut, kesepakatan antara wali kota dengan pedagang bukan dari hasil kesepakatan melainkan paksaan.  “Walaupun dalam pertemuan tersebut para pedagang setuju, untuk dipindahkan, dan akan di berikan sejumlah uang. Tapi kami, tidak akan mengambil uang tersebut dan menolak pindah,”ucapnya.

“Kami menempati kawasan itu, berdasarkan kesepakatan yang dibuat dalam perjanjian dengan menggunakan materai. Artinya perjanjian itu, mempunyai kekuatan hukum.  Pemkot tidak bisa memaksa kami pindah, yang berhak melakukan mediasi dengan kami adalah Pemprov Sumsel,” tukasnya.

Teks                : Alam Trie Putra

Edittor           : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster