Herman Deru Dilaporkan ke Banwaslu

 327 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS-Adanya kampanye terselubung yang dilakukan salah satu pasangan calon menjelang pemungutan suara (PSU), pada pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan (Sumsel), 4 September mendatang ternyata bukanlah isapan jempol belaka.

Buktinya, temuan adanya kampanye terselubung itu, kemarin dilaporkan oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Indonesia Bersatu (KMIB) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, kemarin.

laporan

Sembako dibagikan Herman Deru, kepada masyarakat di Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang,” kata Ketua KMIB, Sanusi yang dibincangi usai menyampaikan laporan ke Banwaslu

Kepada Bawaslu, KMIB melaporkan adanya kampanye terselebung dalam bentuk bagi-bagi sembako yang dilakukan calon gubernur (cagub) Sumsel, Herman Deru kepada masyarakat di Kota Palembang.

Tak hanya pembagian sembako, mereka juga melaporkan adanya black campaign yang diduga dilakukan pasangan nomor urut 3 itu. Untuk melengkapi laporannya, mereka menyerahkan berbagai barang bukti (BB) seperti spanduk berisikan tulisan black campaign, kotak sembako yang ditempeli stiker pasangan itu, dan berbagai sembako.

“Sembako itu dibagikan Herman Deru, kepada masyarakat di Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang,” kata Ketua KMIB, Sanusi yang dibincangi usai menyampaikan laporan ke Banwaslu.

“Pemberian sembako inikan tidak sesuai dan sudah melanggar aturan PSU karena selama PSU tidak diperbolehkan sosialisasi atau pun kampanyen,” sambungnya.

Ia pun menambahkan, yang dilakukan Herman Deru dan tim pemenangannnya ini bukan hanya pelanggaran biasa tapi sudah bisa dikategorikan sebagai money politik. “Nah, pembagian sembako ini kan sudah money politik, termasuk dalam kategori pidana pemilu,” ucapnya.

Sanusi menjelaskan, sembako itu dibagi-bagikan calon gubernur itu melalui tim pemenanganya dengan melibatkan beberapa pengusaha di Palembang.  Mereka kata Sanusi, memiliki saksi yang menerima sembako tersebut.

Ia menjelaskan, dari keterangan saksi itu diketahui awalnya tim pemenangan pasangan Herman Deru-Maphilinda membagi-bagikan kartu yang bergambar pasangan tersebut dan bertuliskan nomor 3. Dalam kartu itu, juga ada ajakan agar masyarakat memilih pasangan ini.

Kartu ini sambungnya, dibagikan kepada warga di RT 26, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan IT I, Palembang.  Warga yang menerima kartu itu, bisa menukarkan kartunya dengan satu paket sembako yang berisikan 1 kilogram (kg) minyak goreng, 2 kg gula pasir, satu kaleng susu dan seperempet margarin di kediaman salah satu pengusaha yakni, H Levi.

“Kami juga menyerahkan BB berupa liflet dan kotak kue, yang dibagikan ke warga jelang buka puasa di sejumlah masjid di Palembang seperti di masjid Al Hijrah, di kawasan Demang Lebar Daun, Palembang,” bebernya.

“Kalau kue kotak itu, dibagikan ke masjid-masjid menjelang buka puasa oleh oknum yang tidak dikenal dengan menggunakan mobil. Oknum itu hanya menyerahkan kue kotak yang berjumlah 100 kotak, yang di dalam berisikan 3 macam kue dan juga kartu yang bergambar pasangan Herman Deru – Maphilinda lengkap dengan ajakan mencoblos nomor 3,” lanjut Sanusi.

Sanusi mengatakan, jelang PSU ini bukan hanya pembagian sembako yang dilakukan lawan politik, pihaknya juga melaporkan kampanye hitam yang dilakukan oleh lawan politik dari pasangan Alex Noerdin – Ishan Mekki berupa spanduk yang menjelek-jelekan pasangan Alex Noerdin – Ishak Mekki.

“Spanduk kampanye hitam yang disebar oleh lawan politik pasangan kami itu sudah sangat buruk, foto Alex Noerdin digambarkan sebagai drakula. Inikan sudah melecehkan,” ucapnya.

Teks    : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster