Warga PALI Tolak Bingkisan Perusahaan

 334 total views,  2 views today

PALI | KS-Keputusan manajemen PT Petro Enim Betun Selo (KSO Pertamina EP) untuk membagikan bingkisan lebaran kepada warga dilingkungan perusahaan mendapat kecaman keras masyarakat.

Warga Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten  PALI justru menolak menerima bingkisan tersebut.

Hendro Saputra, tokoh masyarakat desa tersebut menyatakan menolak keras bingkisan lebaran yang diberikan PT PEBS. “Kita tolak mentah-mentah pemberian mereka. Kami tidak mempan oleh sekedar bujuk rayu berlabel bingkisan. Kami hanya meminta komitmen perusahaan untuk memajukan desa kami,” ujar Hendro yang juga aktifis mahasiswa dengan berapi-api.

Bagi Hendro, masyarakat Harapan Jaya hanya meminta warga di ring 1 seperti Desa Purun Timur, Desa Purun Induk, Desa Betung dan Desa Pengabuan mendapat kejelasan keterlibatan tenaga kerja asal desa.

Meskipun sudah beroperasi, perusahaan belum menunjukkan itikad baik untuk melibatkan warga desa untuk bekerja.

Disamping itu, menurut Hendro, jalan akses menuju tiga desa itu masih rusak parah. “Jalan menuju desa saja rusak parah. Sekarang hanya ditimbun tanah, kalau hujan bukannya bagus malah tambah parah dan tidak bisa dilalui,” jelasnya.

Hal ini dibenarkan oleh Pjs Kepala Desa Harapan Jaya, Darmawan. Menurut Darmawan, penolakan warga ini bisa dimaklumi karena yang dituntut warga bukan bingkisan melainkan kejelasan nasib masa depan warga.

“Wajar saja warga kami menolak. Bingkisan yang diberikan perusahaan itu kan tidak menyelesaikan persoalan hidup mereka. Warga kami ini minta mereka dikerjakan diperusahaan itu. Bukan minta sembako,” ujar Darmawan tegas.

Apalagi, sambung Darmawan, beberapa waktu lalu PT PEBS sudah membuat kesepakatan dengan warga dan disaksikan oleh Bupati Muara Enim Ir Muzakir Sai Sohar. Dalam kesepakatan itu, pihak perusahaan sudah sepakat untuk melibatkan warga sekitar dalam bekerja. Namun sampai saat ini belum satupun warganya yang dipekerjakan.

Sementara itu, Direktur Operasional PT PEBS Alief Nurrochman melalui stafnya Edy Tampubolon mengakui saat ini pihaknya belum melibatkan warga lokal untuk dipekerjakan. “Memang belum Mas, saat ini kan kita belum operasi” ujarnya melalui sambungan telepon.

Namun Edy juga tidak membantah bila saat ini sudah ada aktifitas dilapangan. “Kita masih uji coba, apalagi seismik belum kita lakukan. Nanti akan ada seismik dulu baru kita resmi bergerak” ujar Edy.

Terkait penolakan pemberian bingkisan yang dilakukan warga, Edy menyerahkan saja kepada masyarakat. “Silahkan saja Mas, kita hanya memberikan kok,” tambah dia.

“Kalau warga menuntut pembatalan kontrak, kami hanya nurut Mas. Sebab bukan wewenang kami untuk membatalkan. Yang berhak membatalkan itu kan PT Pertamina,” pungkas Edy.

Teks : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster