Tingkatkan Ibadah Pada Malam Lailatul Qadr

 166 total views,  2 views today

republika

Ilst | Republika.co.id

MUARAENIM | KS-Di antara nikmat dan karunia Allah terhadap umat Islam, dianugerahkannya kepada mereka satu malam yang mulia dan mempunyai banyak keutamaan. Suatu keutamaan yang tidak pernah didapati pada malam-malam lainnya. Dia adalah malam Lailatul Qadr.

“Malam itu adalah malam yang penuh ampunan, dan barang siapa yang menegakkan sholat pada malam itu niscaya dosa diampuni,” tutur Ketua MUI Kecamatan Lawang Kidul KH Zainuddin M saat dibincangi Kabar Sumatera, Kamis (1/8).

Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, kata dia, sangat istimewa. Ini adalah malam dimana Nabi Muhammad SAW menghabiskannya dalam ibadah diantaranya adalah malam Lailatul-Qadr. Malam yang lebih mulia daripada seribu bulan. Nabi Muhammad SAW menggunakan masing-masing hari untuk memperkuat ibadah.

Nabi Muhammad SAW, terang Zainuddin, mengerahkan segala yang ada dalam dirinya untuk ibadah selama sepuluh malam itu melebihi malam-malam yang lain. Lailatul qadar ibarat benda elok yang sangat indah namun langka, tak heran jika tak mudah meraihnya, karena mahal harga belinya.

“Malam kemuliaan tersebut hanya dapat dibeli dengan pengorbanan jiwa raga, dengan amalan-amalan ibadah yang telah dituntun oleh Agama seperti melakukan qiyamullail, berpuasa sesuai tuntunan, tilawah dan tadarus Al-quran dengan tadabbur, berdoa, zikir, memperbanyak istighfar, muhasabah diri, perbanyak sedekah serta amalan ma’ruf lainnya untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat pada umumnya,” ucap Zainuddin.

Lailatul qadar dirahasiakan, jelas sesuatu yang mahal dan langka tentu dirahasiakan dan tidak diobral, agar umat semangat berlomba memburunya, dan agar ibadat tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu saja, namun pengabdian haruslah langgeng terus dilakukan semasih hayat masih kandung badan.

Zainuddin menambahkan, merugilah kita yang luput dari peningkatan ibadah pada hari-hari sepuluh terakhir ini. Kebahagiaan mukmin sebenarnya bukan hanya karena akan mendapatkan bonus pahala lailatul qadar dan sejenisnya. “Kebahagiaan mukmin adalah saat dirinya mengabdi, mohon ampun, berserah dan tunduk kepada pencipta-Nya, karena itulah nikmat besar yang tiada taranya,” ucapnya.

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster