Penembak Jitu, Bidik Kriminalitas di OI

 366 total views,  2 views today

doblelol

Sniper | doblelol.com

INDERALAYA|KS-Guna mengantisipasi tindak kejahatan selama arus mudik maupun arus balik, Jajaran Kepolisian Resort (Polres), Ogan Ilir menyiagakan sniper (Penembak Jitu -red),di beberapa titik rawan kriminal dan menindak tegas pelaku kejahatan.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres OI, AKBP Deni Dharmapala usai apel gelar pasukan operasi ketupat 2013, Kamis (1/8), di Halaman Mapolres OI.

“Ya, kita menyiagakan sniper yang ditempatkan dibeberapa titik rawan kejahatan. Kalau melawan tembak di tempat,” tegasnya.

Menurutnya, di Ogan Ilir ada beberapa tempat yang disinyalir sebagai rawan kejahatan seperti di Jalintim Palembang-Inderalaya, KM 22 atau Jalinsum Desa Parit,” tuturnya.

Selain itu, sambung AKBP Deni, petugas juga akan ditempatkan di pemukiman warga untuk menghindari aksi pencurian rumah kosong yang ditinggalkan pemudik.

Disinggung ranjau paku yang kerap memakan korban di Jalintim, Inderalaya-Tanjung Raja, pihaknya saat ini sudah mengidentifikasi pelaku kejahatan dengan modus ranjau paku.

“Memang tidak menutup kemungkinan ada ranjau paku. Tapi untuk di sekitar Tanjung Raja, kita sudah tau siapa pemainnya. Saat ini memang tidak ada pelakunya, tapi kita akan patroli terus,” ujarnya.

Untuk mengawal dan memberikan perlindungan dan kenyamanan pemudik, masih katanya, Polres dan beberapa instransi terkait membuat posko arus mudik. Hal ini memudahkan para pemudik untuk meminta informasi dan bantuan.

“Kita bangun posko mudik di di Gerbang Selamat Datang, lokasi di KM 27, Inderalaya Utara dan di Km 36 Pasar Inderalaya. Kami siap siaga dibantu TNI, Dishub, Satpol PP, PMI dan Dinas Kesehatan. Silahkan mendatangi posko tersebut jika memerlukan bantuan,” ajaknya.

Untuk mengantipasi kemacetan, pihaknya juga menempatkan petugas dibebrapa titik macet seperti Pasar Indralayan Tanjung Raja dan simpul-simpul kemacetan. “Selain itu ada petugas yang patroli untuk mengurai kemacetan. Untuk truk besar, besok (hari ini-red) hingga H+7 dilarang melintas,” ungkapnya.

Dalam operasi ketupat 2013, Polres OI menerjunkan 99 personil dari seluruh unit dan dibantu oleh 48 petugas baik dari Pol PP, Dishub, PMI dan dinas kesehatan (Jun)

Di Banyuasin, Polres Banyuasin menurunkan sekitar 400 petugas keanaman  menjamin keamanan dan kenyamanan juga ketertibaban arus mudik dan arus balik lebarang 2013.

Para personil tersebut terdiri dari,  Polres Banyuasin  menurunkan 400 personil, yang terdiri dari satuan brimob, lantas, reskrim, sabaran, tenaga kesehatan, pramuka, PKS, Pemadam kebaran dan lain.

“Semua ini demi kelancaran arus mudik,” terang Kapolres Banyuasin AKBP Achmad Iksan SH, Sik  seusai menggelar pasukan operasi ketupat 2013 di halaman Mapolres Banyusin kemarin (1/7)

Diterangkannya bahwa untuk mengantisipasi kamtibmas pihaknya juga akan menempatkan penembak jitu (Sniper) yang siap ditempatkan di 20 titik-titik yang  dianggap rawan kriminalitas. “Ditempat-tempat yang kami anggap rawan akan kita tempatkan penembak jitu (Sniper),” lanjutnya

Penembak jitu (Sniper) ini sudah kita perintahkan untuk melakukan tindakan tembak ditempat terhadap pelaku yang melakukan tindakan kriminal

Namun pihaknya enggan menyebutkan mengenai tempat tempat yang dianggap rawan tersebut “itu rahasiah namun yang pasti dipusat-pusat perbelanjaan terminal pasti kita tempatkan juga” sambungya

Sebelumya Kapolres sempat melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang akan dipakai dalam aprasi ketupat 2013 tersebut

Teks : Diding Karnadi/Jun

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster