Pedagang Nasgor Tolak Pindah Dari PSCC

 731 total views,  2 views today

pscc

PSCC Palembang

PALEMBANG, KS-Pedagang nasi goreng (nasgor) yang berada di kawasan Palembang Sport  Convention Center (PSCC), menolak untuk di relokasi dari kawasan tempat mereka berdagang selama ini.

Mereka kata penasehat hukum Penguyuban Pedagang Nasi Goreng di PSCC, Malimin, tetap akan bertahan di kawasan PSCC walau pun sudah ada instruksi dari Wali Kota Palembang.

“Disana, ada 27 pedagang nasi goreng. Kami akan memilih tetap bertahan, sampai pemberi izin dari kedua belah pihak yakni PT Griya Inti Sejahtera Insani dan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), melakukan mediasi dengan Kelompok Panguyuban Pedagang Nasi Goreng, untuk mencari jalan keluar bagi para pedagang nasi goreng yang akan digusur,” kata Malimin, Kamis (1/8).

Malimin menjelaskan, sebenarnya pada 31 Juli sudah dilakukan pertemuan antara pedagang dengan Wali Kota Palembang, Romi Herton. Tetapi keputusan yang diambil dalam pertemuan itu tegasnya, adalah bukan dari hasil kesepakatan melainkan paksaan.

“Walaupun dalam pertemuan tersebut para pedagang setuju, untuk dipindahkan, dan akan di berikan sejumlah uang. Tapi kami, tidak akan mengambil uang tersebut dan menolak pindah,”ucapnya.

Bagaimana jika ada paksaan kepada pedagang untuk mengosongkan kawasan tersebut ?, ia memastikan pedagang nasi goreng akan melakuka n perlawanan secara hukum, jika pemkot melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) melakuan tindakan penggusuran.

“Kami menempati kawasan itu, berdasarkan kesepakatan yang dibuat dalam perjanjian dengan menggunakan materai. Artinya perjanjian itu, mempunyai kekuatan hukum.  Pemkot tidak bisa memaksa kami pindah, yang berhak melakukan mediasi dengan kami adalah Pemprov Sumsel,” ujarnya.

Sebelumnya Wali Kota Palembang, Romi Herton mengatakan hasil pertemuan antara pemkot dengan pedagang nasi goreng di PSCC disepakati kalau para pedagang mau di relokasi.

”Setelah melalui diskusi panjang,  dengan berbagai opsi akhirya pedagang sepakat untuk di relokasi namun mendapatkan ganti rugi dengan besaran Rp25 juta perpedagang,” kata Romi.

Rencananya para pedagang nasi goreng ini, akan di relokasi ke pinggir Jalan Rumah Baru atau disamping kantor Wali Kota Palembang Lokasi itu kata  Romi, sangat baik. Bahkan, para pegangan dapat mengelar dagangnnya sangat nyaman dan aman. Karena akan tersedia semua fasilitas mulai dari lapak hingga lampu.  ”Para pedagang akan kita bina, mereka disiapkan semua fasilitas. Namun menolak,”tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster